Bukan Sekadar Wangi di Awal: Mengapa Uji Ketahanan 10 Jam Jadi Kunci Memilih Parfum di Indonesia

Heru Pratomo • Dipublikasikan Sabtu, 18 Juli 2026 | 10:01 WIB
Mencoba Parfum
Mencoba Parfum

 

 

Banyak orang cenderung memilih parfum hanya berdasarkan aroma yang tercium saat pertama kali disemprotkan di toko. Namun, para perfumer profesional menegaskan bahwa kesan pertama saja tidak cukup untuk menentukan kualitas parfum.

Terutama di negara beriklim tropis seperti Indonesia, performa parfum sejatinya baru dapat dinilai setelah digunakan selama delapan hingga sepuluh jam.

Pergeseran cara pandang ini mulai tampak di kalangan konsumen Indonesia. Jika sebelumnya keputusan membeli parfum didominasi oleh aroma pembuka (top notes), kini konsumen semakin kritis memerhatikan bagaimana parfum berevolusi di kulit, daya tahan aroma, serta kenyamanan wangi parfum setelah melewati berbagai aktivitas sepanjang hari.

Baca Juga: Kebersamaan Satgas TMMD dan Warga, Ringankan Pengerjaan Jalan Penghubung Watuduwur-Kalibawang

Tantangan Iklim Tropis Perubahan preferensi ini sangat dipengaruhi oleh karakter iklim Indonesia yang hangat dan lembap. Paparan suhu tinggi di luar ruangan yang berselang-seling dengan udara dingin air conditioner (AC) memengaruhi reaksi kimia parfum pada kulit. Akibatnya, aroma yang terasa segar saat disemprotkan belum tentu mempertahankan karakter yang sama setelah beberapa jam pemakaian.

Josh Frost, Founder sekaligus Perfumer di Best Perfume Store, menyebut fenomena ini sebagai perubahan yang paling sering ia temui saat berinteraksi dengan pelanggan.

"Komentar yang paling sering kami dengar adalah, 'Saya suka aromanya saat di toko, tetapi ternyata wanginya tidak bertahan lama.' Padahal, semprotan pertama hanya menunjukkan sebagian kecil dari karakter parfum tersebut," ujar Josh.

Baca Juga: PSIM Jogja Kantongi Surat Resmi, Stadion Sultan Agung Dipastikan Jadi Kandang di Musim 2026/2027

Menurut Josh, kesalahan umum konsumen adalah menilai parfum terlalu cepat. "Di iklim tropis, kualitas parfum justru baru terlihat setelah pemakaian delapan hingga sepuluh jam. Pada fase dry-down itulah kita bisa menilai apakah formulasi, konsentrasi, dan kualitas bahan bakunya benar-benar mampu menjaga karakter aromanya," tambahnya.

Kualitas di Balik Formulasi Khusus Memahami kebutuhan tersebut, Best Perfume Store menghadirkan koleksi parfum yang dirancang khusus untuk iklim Asia Tenggara. Dengan konsentrasi fragrance hingga 50 persen, setiap produk dikembangkan untuk menghasilkan aroma yang lebih kaya, proyeksi optimal, dan daya tahan lebih lama di tengah kelembapan tinggi.

Namun, bagi Josh, ketahanan bukanlah satu-satunya tolok ukur kualitas. "Parfum terbaik bukan soal harga atau popularitas. Parfum terbaik adalah yang tetap terasa 'Anda' saat hari hampir selesai. Ketika aromanya masih berkembang dengan baik setelah seharian beraktivitas, saat itulah kualitas sesungguhnya teruji," jelasnya.

Baca Juga: Sekolah Rakyat di Kulon Progo Butuh 32 Guru, Pemkab Hanya Bisa Memenuhi 12 Orang

Untuk membantu konsumen menemukan aroma yang tepat, Best Perfume Store menawarkan metode guided fragrance discovery. Pendekatan ini tidak sekadar mengikuti tren, melainkan mempertimbangkan gaya hidup, preferensi pribadi, dan momen penggunaan pelanggan.

Ekspansi dan Jaminan Kualitas Sebagai salah satu pasar utama di Asia Tenggara, Indonesia mendapatkan perhatian khusus dari Best Perfume Store. Selain koleksi yang diformulasi untuk iklim tropis, mereka kini menyediakan layanan pelanggan lokal di Bekasi serta program Lifetime Guarantee. Fasilitas ini mencakup layanan penukaran produk bagi pelanggan yang merasa parfum pilihan belum sesuai dengan preferensi atau diterima dalam kondisi rusak.

Kini, paradigma konsumen Indonesia telah bergeser. Pertanyaan yang diajukan bukan lagi sekadar "Apakah ini wangi saat disemprotkan?", melainkan "Apakah parfum ini masih bekerja delapan hingga sepuluh jam kemudian?". Hal ini membuktikan bahwa masyarakat semakin cerdas dalam memandang parfum sebagai bagian dari investasi penampilan dan kenyamanan diri.

Editor : Heru Pratomo
perfurmer wangi asia tenggara parfum Iklim Tropis