RADAR PURWOREJO - Diversifikasi pangan lewat umbi-umbian terus digaungkan sebagai cara memperkuat ketahanan pangan nasional untuk mengurangi ketergantungan pada beras.
Tapi di luar, singkong dan ubi jalar yang sudah familier.
Sebenarnya ada beberapa jenis umbi lain yang sama-sama layak jadi alternatif pengganti nasi.
Harganya juga jauh lebih murah dari beras.
Berikut daftarnya:
1. Singkong (Ubi Kayu)
Paling umum dan paling mudah ditemukan di pasar mana pun.
Kandungan karbohidratnya tinggi, cocok direbus, dikukus, atau digoreng.
Kisaran harga: sekitar Rp 5.000-8.000 per kg atau bisa lebih murah dari itu.
2. Ubi Jalar
Tersedia dalam varian kuning, ungu, dan putih.
Kalori per 100 gram sekitar 123 kkal, cukup untuk menggantikan porsi nasi.
Kisaran harga: sekitar Rp 8.000-15.000 per kg, tergantung varian dan musim panen.
3. Kentang
Sudah lazim jadi lauk pendamping, tapi sebenarnya bisa jadi makanan pokok tersendiri kalau diolah jadi kentang rebus atau kukus porsi besar.
Kisaran harga: sekitar Rp 7.000-18.000 per kg, harga bervariasi tergantung kualitas kentang.
Baca Juga: Double Winner”, Abimanyu Melesat Kibarkan Merah Putih Dua Kali di Thailand
4. Talas
Punya tekstur pulen mirip nasi ketika dikukus, populer sebagai bahan kolak maupun makanan pokok di beberapa daerah timur Indonesia.
Kisaran harga: sekitar Rp10.000-15.000 per kg.
5. Ganyong
Kurang populer dibanding empat jenis di atas, tapi kandungan karbohidratnya tidak kalah dan cocok bagi yang butuh serat lebih tinggi.
Kisaran harga: sekitar Rp 7.000-Rp 18.000 per kg tergantung jenis dan daerah penjualannya.
Relatif lebih mahal karena pasokannya terbatas.
Baca Juga: Hampir Tiap Minggu Droping Air ke Clapar I, Lima Kalurahan di Kulon Progo Terdampak Kekeringan
6. Gembili
Sering dicari warga Jogja tapi stoknya tidak selalu ada di pasar tradisional, sehingga harganya cenderung naik-turun tergantung musim.
Kisaran harga: sekitar Rp 7.000-Rp 13.000 per kg, tergantung ketersediaan.
Keenam umbi ini sama-sama unggul di satu hal, yaitu harganya jauh di bawah beras per kilogram, sekaligus tumbuh relatif mudah di berbagai kondisi tanah.
Menjadikannya opsi masuk akal buat siapa pun yang ingin mulai mengurangi ketergantungan pada nasi tanpa mengorbankan rasa kenyang.