RADAR PURWOREJO - Kalau biasanya umbi identik dengan makanan yang harus direbus atau digoreng, ubi yakon punya cerita yang berbeda.
Umbi yang mulai dikenal dari Kawasan Dieng, Wonosobo ini justru bisa dimakan dalam kondisi segar.
Ubi Yakon punya rasa manis alami dengan tekstur yang renyah dan banyak air.
Sekilas, rasanya mengingatkan pada campuran buah pir dan bengkuang.
Karena itu banyak orang yang pertama kali mencobanya mungkin tidak menyangka kalua yang di makan sebenarnya adalah umbi.
Baca Juga: Tiga Puluh Tahun Wafatnya Wartawan Udin: PWI DIY Awali Langkah Pengusulan Pahlawan Nasional
Tanaman dengan nama ilmiah Smallanthus Sonchifolius ini memang bukan tanaman asli Indonesia.
Yakon berasal dari pegunungan Andes di Amerika Selatan.
Namun, kondisi dataran tinggi Dieng yang sejuk membuat tanaman ini bisa tumbuh dengan baik dan mulai dibudidayakan masyarakat setempat.
Belakangan ini, ubi yakon juga mulai dilirik sebagai salah satu potensi produk lokal.
Pemetann untuk potensi produk indikasi geografis bahkan sudah dilakukan, karena ubi yakon yang tumbuh di Kawasan Dieng memiliki kaitan dengan kondisi alam dan karakter wilayah tersebut.
Baca Juga: Uang Pendaftaran Lomba Agustusan untuk Hadiah Ternyata Bisa Haram, Begini Penjelasan dari MUI
Menariknya, ubi yakon tidak hanya bisa dimakan langsung, Umbi ini juga berpotensi diolah menjadi berbagai produk pangan, seperti keripik yakon, manisan yakon, bahkan sirup yakon.
Jadi, yang awalnya cuma dikenal sebagai umbi di dataran tinggi, Ubi yakon perlahan mulai punya nilai jual dan bisa menjadi salah satu hasil pertanian khas Dieng, Wonosobo.
Kalau sedang main ke Dieng, jangan lupa cobain ubi yakon.
Si umbi unik dari Dataran Tinggi yang mulai mencuri perhatian.
Editor : Meitika Candra Lantiva