Budidaya Mangga Kiojay, Peluang Emas dari Buah Jumbo Asal Thailand

Alfiani Hidayatul Choiriyah • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:39 WIB
Mangga Kiojay
Mangga Kiojay

Mangga Kiojay semakin menarik perhatian di kalangan penghobi tanaman buah dan pelaku budidaya. Varietas asal Thailand ini memiliki daya tarik utama berupa ukuran buah yang jauh lebih besar dibandingkan mangga pada umumnya.

Dalam kondisi optimal, bobot satu buah Mangga Kiojay dapat mencapai sekitar 1,2 kilogram hingga 2 kilogram. Tidak hanya berukuran jumbo, mangga ini juga dikenal memiliki daging buah yang manis dan tetap renyah meski dipanen dalam kondisi mengkal.

Kombinasi ukuran, rasa, dan daya tarik visual tersebut membuat Kiojay memiliki potensi ekonomi yang cukup menjanjikan. Tanaman ini dapat dibudidayakan dalam skala perkebunan maupun memanfaatkan lahan pekarangan dengan metode tanam dalam pot.

Pilih Bibit Berkualitas

Keberhasilan budidaya Mangga Kiojay sangat dipengaruhi oleh kualitas bibit yang digunakan. Bibit hasil perbanyakan vegetatif, seperti okulasi atau cangkok, lebih banyak dipilih karena memiliki karakter yang relatif sama dengan tanaman induknya dan berpotensi lebih cepat memasuki fase berbuah dibandingkan tanaman dari biji.

Baca Juga: Unik! Tradisi Maulid Nabi di Bruno Purworejo, Bukan Hanya Bagi-Bagi Nasi Berkat Tapi Juga Barang

Mangga Kiojay umumnya tumbuh baik di wilayah dataran rendah hingga menengah dengan paparan sinar matahari yang cukup. Sebelum penanaman, lahan perlu dipersiapkan dengan baik agar tanaman memperoleh ruang tumbuh dan nutrisi yang memadai.

Lubang tanam dapat dibuat sekitar 60 x 60 x 60 sentimeter. Media tanam kemudian dapat dicampur dengan tanah subur dan pupuk kandang yang telah matang atau difermentasi.

Persiapan tersebut penting untuk menyediakan unsur hara bagi tanaman pada fase awal pertumbuhan sekaligus membantu memperbaiki kondisi media tanam.

Perawatan Menentukan Hasil

Salah satu daya tarik Mangga Kiojay adalah sifatnya yang relatif genjah. Bibit hasil okulasi yang mendapatkan perawatan optimal berpotensi mulai belajar berbuah sekitar satu hingga dua tahun setelah ditanam.

Namun, waktu berbuah tetap dipengaruhi oleh kualitas bibit, kondisi lingkungan, serta teknik perawatan. Karena itu, pemeliharaan tanaman perlu dilakukan secara konsisten.

Perawatan dapat dilakukan melalui penyiraman sesuai kebutuhan, pemangkasan cabang, serta pemberian pupuk secara berkala. Pemangkasan bertujuan membentuk tajuk agar tanaman tidak tumbuh terlalu rimbun sehingga sirkulasi udara dan masuknya cahaya matahari tetap optimal.

Pemberian pupuk organik dan pupuk majemuk seperti NPK juga dapat dilakukan sesuai kebutuhan tanaman. Pemupukan perlu disesuaikan dengan fase pertumbuhan agar nutrisi yang tersedia mendukung pembentukan tajuk, pembungaan, hingga perkembangan buah.

Penjarangan Buah untuk Hasil Jumbo

Ketika tanaman mulai berbunga dan menghasilkan buah, perhatian khusus diperlukan agar potensi ukuran Mangga Kiojay dapat keluar secara maksimal.

Salah satu teknik yang dapat diterapkan adalah penjarangan buah. Dalam satu dompolan, buah yang tumbuh terlalu banyak dapat dikurangi sehingga tanaman dapat memusatkan pasokan nutrisi pada buah yang tersisa.

Untuk mengejar ukuran maksimal, petani atau penghobi dapat menyisakan sekitar satu hingga dua buah terbaik dalam satu dompolan. Pemilihan buah sebaiknya mempertimbangkan kondisi buah dan posisi tumbuhnya.

Selain penjarangan, pembungkusan atau brongsong buah juga dapat dilakukan sejak buah masih berukuran kecil. Teknik ini membantu melindungi buah dari gangguan sejumlah hama, termasuk lalat buah, sekaligus mengurangi risiko kerusakan akibat kondisi cuaca.

Baca Juga: Bertahan di Tengah Gentrifikasi, Warga Kauman Solo Adaptasi dengan Cara Kreatif

Buah yang terlindungi juga berpotensi memiliki tampilan kulit yang lebih bersih dan menarik ketika memasuki masa panen.

Bisa Ditanam dalam Pot

Menariknya, budidaya Mangga Kiojay tidak selalu membutuhkan lahan luas. Tanaman ini juga dapat dikembangkan menggunakan metode tanam buah dalam pot atau tabulampot.

Wadah berukuran besar, misalnya berdiameter sekitar 60 sentimeter atau lebih, dapat digunakan dengan media tanam yang subur dan memiliki drainase baik. Pemangkasan tajuk secara rutin diperlukan agar ukuran tanaman tetap terkendali.

Metode tabulampot menjadi pilihan menarik bagi masyarakat yang memiliki pekarangan terbatas. Selain menghasilkan buah, pohon Mangga Kiojay dengan buah berukuran jumbo juga memiliki nilai estetika.

Buah yang besar dan mencolok ketika bergelantungan pada tanaman berukuran relatif pendek menjadi daya tarik tersendiri bagi penghobi tanaman buah.

Dengan pemilihan bibit yang tepat, media tanam yang sesuai, perawatan konsisten, serta pengelolaan bunga dan buah yang baik, Mangga Kiojay dapat menjadi salah satu alternatif tanaman buah bernilai ekonomi sekaligus penghias pekarangan rumah.

Editor : Bahana.
Mangga Kiojay Budidaya Mangga Mangga Jumbo Tabulampot Peluang Usaha Pertanian