Kenapa Borobudur Tidak Masuk 7 Keajaiban Dunia?

Rayhan Nafi Ulwan • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 11:18 WIB
Candi Borobudhur di Magelang, Jawa Tengah. (Indonesiatravel)
Candi Borobudhur di Magelang, Jawa Tengah. (Indonesiatravel)

 

RADAR PURWOREJO - Candi Borobudur selama ini lekat dengan sebutan sebagai salah satu keajaiban dunia.

Namun, jika merujuk pada daftar New 7 Wonders of the World yang diumumkan pada 2007, nama Borobudur ternyata tidak tercantum di dalamnya.

Hal ini bukan berarti Borobudur dinilai tidak memiliki keistimewaan.

Persoalannya justru terletak pada sistem pemilihan yang digunakan. 

Daftar tujuh keajaiban dunia baru tersebut merupakan hasil kampanye dan jajak pendapat yang digagas New Open World Corporation (NOWC), bukan daftar yang dibuat atau ditetapkan oleh UNESCO.

Baca Juga: Pohon Ikonik Ranu Kumbolo Hangus Terbakar, Spot Favorit Pendaki Tinggal Kenangan

Dalam prosesnya, Borobudur memang sempat menjadi bagian dari 176 nominasi yang ikut dalam kampanye tersebut. 

Namun, candi Buddha yang berada di Magelang, Jawa Tengah, itu tidak berhasil melaju hingga daftar 21 finalis.

Dengan kata lain, Borobudur gugur sebelum memasuki tahap akhir pemilihan.

Pemungutan suara tersebut kemudian menghasilkan tujuh bangunan yang dinobatkan sebagai New 7 Wonders pada 7 Juli 2007 di Lisbon, Portugal.

Tujuh tempat itu adalah Tembok Besar China, Petra di Yordania, Colosseum di Italia, Machu Picchu di Peru, Taj Mahal di India, Patung Kristus Penebus di Brasil, serta Chichén Itzá di Meksiko. 

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 2.100 Meter

Lantas, mengapa Borobudur tidak lolos? Tidak ada dasar yang cukup untuk menyebut bahwa candi tersebut kalah karena nilai sejarah, arsitektur, atau kemegahannya. 

Pemilihannya memang berbasis jajak pendapat dan dukungan suara, sehingga popularitas serta tingkat keterkenalan sebuah situs turut memengaruhi hasil.

Fakta lain yang tak kalah penting, UNESCO tidak pernah menjadikan pemilihan New 7 Wonders sebagai ukuran untuk menentukan apakah sebuah situs merupakan warisan dunia atau tidak.

Borobudur justru telah masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO sejak 1991.

Karena itu, tidak masuknya Borobudur dalam tujuh besar pada 2007 sebaiknya tidak dibaca sebagai tanda bahwa candi tersebut kalah kelas dibanding tujuh pemenang lainnya.

Baca Juga: Berkendara Tetap Nyaman Saat Hujan Abu dan Asap, Simak Tipsnya

Dua istilah itu berdiri di jalur yang berbeda: satu lahir dari sebuah kampanye pemungutan suara, sementara yang lain merupakan pengakuan internasional terhadap nilai penting suatu warisan budaya.

Borobudur sendiri dibangun pada abad ke-8 hingga ke-9 pada masa Dinasti Syailendra.

Kompleks candi tersebut juga dikenal sebagai salah satu monumen Buddha terbesar di dunia, dengan konstruksi batu yang menunjukkan kemampuan arsitektur masyarakat pada masanya. 

Jadi, Borobudur bukan gagal menjadi “keajaiban” karena tidak cukup megah. Candi itu memang pernah ikut dalam perebutan gelar New 7 Wonders, tetapi tidak memperoleh posisi untuk masuk ke tujuh pemenang.

Sementara dari sisi warisan budaya, Borobudur telah memiliki pengakuan tersendiri melalui UNESCO.

Baca Juga: Berkendara Tetap Nyaman Saat Hujan Abu dan Asap, Simak Tipsnya


Pada akhirnya, angka tujuh tidak menjadi penentu tunggal untuk mengukur kebesaran sebuah peninggalan sejarah.

Borobudur tetap berdiri sebagai salah satu warisan budaya paling penting Indonesia, terlepas dari apakah namanya berada dalam sebuah daftar berisi tujuh tempat atau tidak.

 

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
Borobudur Tidak Masuk 7 Keajaiban Dunia pengakuan internasional Candi Borobudur unesco Warisan Dunia