YOGYAKARTA – Selembar daun berarus dan berserat diolesi cairan pewarna khusus, lalu ditekan lembut pada permukaan kain. Begitu daun diangkat, uliran tulang daun dengan corak alami langsung menempel secara presisi. Tanpa bau kimia yang menyengat, tanpa dijemur di bawah terik matahari, serta tanpa menunggu berjam-jam, motif tersebut langsung mengering dengan sempurna.
Keunikan inilah yang menarik perhatian pengunjung stan Ruang Rupa Alternatif dalam Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026 di Taman Budaya Embung Giwangan, yang berlangsung pada 14–18 September 2026. Melalui kegiatan ini, Aci selaku pemilik stan mengenalkan cara berkreasi membuat batik dengan teknik yang praktis dan ramah lingkungan.
"Ini batik modern ya, cepat prosesnya. Kami memperkenalkan teknik yang cepat saja," ujar Aci saat mempraktikkan proses pencetakan batik stamping.
Baca Juga: Geruduk Kantor Gubernur DIY, Buruh Protes Celah Kontrak Kerja Lebih dari Empat Tahun dalam RUU Baru
Ia menjelaskan, pemilihan daun yang digunakan cukup fleksibel tanpa memerlukan jenis khusus. Adapun keunggulan batik stamping modern ini yaitu, Praktis dan cepat kering karena cairan pewarna yang dioleskan mudah menyerap tanpa harus dijemur di bawah terik matahari.
Kemudian permanen, tahan luntur saat dicuci serta menempel kuat tidak hanya di atas kain, tetapi juga pada media plastik hingga jas hujan.
Dan yang terakhir aman di kulit, meski menempel kuat di kain maupun plastik, pewarna ini mudah dibersihkan jika terkena tangan, kecuali jika mengenai pakaian dan tidak segera dicuci dalam waktu cepat.
Baca Juga: Bakal Jadi Negara Kedua di Dunia, Indonesia Matangkan Rencana Pengoperasian PLTN Apung
Tak hanya memajang hasil karya dan mempromosikan produknya, Aci juga membagikan ilmu serta teknik batik stamping secara cuma-cuma kepada pengunjung yang singgah. Tak heran jika stan ini kerap dipadati pengunjung, mulai dari mahasiswa hingga wisatawan mancanegara, yang antusias mencoba mencetak batik menggunakan metode stamping.
Keseruan di stan ini membuktikan bahwa seni tidak selalu kaku dan rumit. Lewat selembar daun dan usapan warna pilihan, FKY 2026 berhasil menghadirkan ruang belajar yang praktis dan menyenangkan bagi siapa saja yang ingin mencoba membatik modern.
Franzeska Aurellea Paskaningtyas
Editor : Heru Pratomo