YOGYAKARTA– Kesadaran akan pentingnya pengolahan sampah menjadi hal yang terus bertumbuh di tengah masyarakat. Berangkat dari rasa kepedulian tersebut, maka melalui Bank Sampah Tanjung Asri yang terletak di Miliran UH II RT 05 RW 02 Kelurahan Muja-Muju Kecamatan Umbulharjo, warga setempat berhasil mengubah kebiasaan membuang sampah menjadi suatu kegiatan yang memiliki nilai ekonomis.
Bank Sampah Tanjung Asri juga ikut serta dalam mendukung program yang diadakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta terkait dengan Masyarakat Jogja Olah Sampah (MasJOS). Adapun 5 langkah MasJOS yang dikampanyekan kepada masyarakat yaitu, pilah sampah sesuai jenis, sampah anorganik dibawa ke Bank Sampah, olah sampah organik, habiskan makanan dan gunakan wadah berulang.
Direktur Bank Sampah Tanjung Asri, Maria Bernadetta Rumiyati (56) mengatakan bahwa berdirinya Bank Sampah ini dilatarbelakangi adanya kepedulian masyarakat setempat terhadap kelestarian lingkungan.
Baca Juga: Dosen ISI Yogyakarta Dinonaktifkan Usai Satgas Tuntaskan Pemeriksaan Dugaan Kekerasan Seksual“Dulu sebelum adanya Bank Sampah ini, semua sampah langsung dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Tapi sekarang dengan adanya Bank Sampah ini membuat masyarakat RT 05 RW 02 memilah sampah organik dan anorganik sendiri dari rumah” ujar Rumi pada 22/9.
Kini sistem pengolahan sampah di RT ini terbagi secara sistematis. Untuk sampah anorganik para masyarakat lebih memilih untuk menabung di Bank Sampah, sementara itu untuk sampah organik akan diolah secara mandiri melalui ember tumpuk/biopori/lodong sisa dapur (losida) atau dimanfaatkan sebagai pakan ternak oleh warga setempat.
Bank Sampah Tanjung Asri ini berdiri sejak 2021 dan telah mengantongi Surat Keputusan (SK) resmi dari pemerintah setempat. Bank Sampah ini merupakan binaan dari Pegadaian, jadi dengan adanya kerja sama ini mampu memberikan pilihan menarik bagi para nasabah dalam memanfaatkan hasil pemilahan sampah yang disetorkan.
Baca Juga: Astra Motor Racing Team Borong 9 Podium, Resky YH Kunci Juara Nasional Indonesia Junior Talent Cup U
Selain mendapatkan uang tunai, nasabah juga dapat mengonversikan hasil penjualan sampah an-organik seperti botol/gelas bekas, kardus, kertas, sepatu, plastik kresek, dll menjadi sebuah tabungan emas di Pegadaian.
“Setiap menimbang, hasilnya bisa ditabungkan ke Pegadaian. Nanti nasabah akan mendapatkan bukti kepemilikan berapa miligram emas sesuai dengan nilai rupiah yang didapatkannya” ungkap Rumi.
Baca Juga: Trotoar Dipakai Jadi Bengkel, Satpol PP Cilincing Turun TanganTentunya dengan keberadaan program Bank Sampah ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap perilaku warga setempat untuk menjadikan lingkungan sekitar bersih dan asri karena adanya kesadaran dari warga akan pentingnya pengolahan sampah serta memanfaatkan sampah agar menjadi nilai ekonomis.
Keberhasilan Bank Sampah Tanjung Asri dalam mengintegrasikan pemilahan sampah menjadi tabungan emas menjadi suatu inovasi yang dapat menginspirasi para masyarakat terhadap pentingnya memilah sampah dan memanfaatkan sampah itu menjadi sebuah investasi di masa depan.
Franzeska Aurellea Paskaningtyas