RADAR PURWOREJO - Sekitar 160 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta mengikuti Seminar Safety Riding Mahasiswa 2026 yang digelar Astra Motor Yogyakarta pada Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Safety Riding Center Yogyakarta, Jalan Jenderal Sudirman No. 99, tersebut membahas pentingnya keselamatan berkendara, termasuk pengaruh kondisi fisik dan konsentrasi terhadap kemampuan pengendara di jalan raya.
Seminar yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas itu mengusung tema “Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi”.
Tema tersebut digunakan untuk mengaitkan kebiasaan anak muda mengonsumsi kopi dengan pentingnya menjaga kondisi tubuh sebelum berkendara.
Baca Juga: Astra Motor Yogyakarta dan Larissa Gelar Undian Honda BeAT, Berlaku hingga Desember 2026
Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai teknik berkendara yang aman, tetapi juga diajak mengenali faktor-faktor yang dapat memengaruhi konsentrasi dan respons saat berada di jalan.
Tiga narasumber hadir dalam seminar tersebut, yakni AKBP B Widyamustikaningrum selaku Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda DIY, Umum Santosa sebagai Instruktur Safety Riding Astra Motor Yogyakarta, serta Lintang Noviantara yang merupakan coffee enthusiast.
Melalui kegiatan ini, Astra Motor Yogyakarta menyoroti bahwa keselamatan berkendara tidak hanya berkaitan dengan keterampilan mengendalikan sepeda motor.
Kondisi tubuh, kesiapan mental, dan kemampuan mengambil keputusan juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
Baca Juga: Honda DBL Jogja 2026 Dimulai, Honda Istimewa Hadirkan Beragam Aktivasi Seru
Salah satu materi yang dibahas dalam seminar tersebut adalah pengaruh kelelahan, rasa kantuk, dan penurunan konsentrasi terhadap keselamatan berkendara.
Pengendara yang mengalami kelelahan atau kurang istirahat berpotensi mengalami penurunan kemampuan dalam merespons situasi di jalan.
Karena itu, mengenali kondisi diri sebelum berkendara menjadi bagian penting dari upaya mencegah kecelakaan.
Tema “Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi” dipilih karena kopi telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, termasuk kalangan anak muda di Yogyakarta.
Dalam sesi bersama Lintang Noviantara, peserta mendapatkan wawasan mengenai budaya kopi yang berkembang di kalangan anak muda.
Baca Juga: 35 Bikers Honda ADV 160 Jelajahi Pantai Selatan Bantul dalam Petualangan Malam Penuh Misteri
Pembahasan kemudian dikaitkan dengan pentingnya memahami kondisi tubuh sebelum mengendarai kendaraan.
Peserta juga diingatkan bahwa konsumsi kopi tidak dapat menggantikan kebutuhan tubuh untuk beristirahat.
Pengendara tetap perlu memastikan kondisi fisik dan tingkat kewaspadaan dalam keadaan baik sebelum memulai perjalanan.
Dari perspektif keselamatan lalu lintas, peserta mendapatkan materi mengenai perilaku berkendara yang aman.
Pembahasan mencakup penggunaan perlengkapan keselamatan, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, serta kesiapan fisik dan mental sebelum berkendara.
Instruktur Safety Riding Astra Motor Yogyakarta, Umum Santosa mengatakan mahasiswa menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapatkan edukasi keselamatan berkendara karena memiliki mobilitas tinggi.
“Safety riding bukan hanya tentang bagaimana kita mengendarai sepeda motor, tetapi juga bagaimana kita mempersiapkan diri sebelum berkendara. Kenali batas kemampuan tubuh, pastikan kondisi fisik dan mental siap, serta jangan memaksakan diri ketika kondisi tidak memungkinkan untuk berkendara,” ujarnya.
Baca Juga: SPPG di Kulon Progo Diwajibkan Uji Kualitas Lingkungan Tiap Tiga Bulan
Menurutnya, persiapan sebelum berkendara merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga keselamatan di jalan.
Seminar Safety Riding Mahasiswa 2026 menjadi salah satu upaya Astra Motor Yogyakarta dalam menyampaikan edukasi keselamatan berkendara kepada generasi muda.
Marketing Manager Astra Motor Yogyakarta, Julius Armando berharap para peserta dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada lingkungan kampus, keluarga, dan komunitas masing-masing.
“Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong mahasiswa untuk menjadi pelopor keselamatan berkendara di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Pesan keselamatan diharapkan tidak berhenti pada peserta seminar, tetapi dapat diteruskan kepada teman, keluarga, dan komunitas di lingkungan masing-masing,” ungkap Julius.
Baca Juga: Bobol Bengkel di Sidoharjo Wonogiri, Komplotan Spesialis Pencuri 21 Ban dan Laptop Diringkus Polisi
Melalui kegiatan tersebut, Astra Motor Yogyakarta menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam membangun budaya berkendara yang aman.
Kolaborasi antara kepolisian, perguruan tinggi, industri, komunitas, dan generasi muda dinilai menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan lalu lintas.