RADAR PURWOREJO - Menjelang arus mudik Lebaran, kendaraan yang ada di Terminal Tipe A Tidar Magelang diperiksa. Tahun ini diprediksi jumlah penumpang bus akan naik. Jika armada bus tak mencukupi, bus cadangan seperti busa pariwisata bisa dipakai.
Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Tidar Magelang Aris Mujiono memprediksi, puncak arus mudik terjadi mulai 5-7 April 2024. Sementara arus balik terjadi sekitar seminggu setelah Lebaran. Namun, dia menilai, nantinya arus balik lebih ramai dibanding arus mudik.
Aris menuturkan, jumlah pemudik yang naik dan turun dari Terminal Tidar tahun ini diprediksi meningkat 14,6 persen atau 51.746 orang daripada 2023 lalu, yaitu 45.153 orang. "Kemungkinan naik 14,6 persen," bebernya Jumat (5/4).
Kendati begitu, ketika animo masyarakat terhadap mudik tinggi dan bus tidak memadai, dia bakal mengeluarkan izin insidentil untuk bus cadangan. "Seperti bus pariwisata. Kalau itu, nanti biasanya dari PO-nya menghubungi kami," imbuhnya.
Ramp check atau inspeksi keselamatan kendaraan umum ini rutin digelar menjelang Lebaran. Baik bus antarkota antarprovinsi (AKAP) maupun antarkota dalam provinsi (AKDP). Dia menyebut, petugas bakal memasang stiker khusus sebagai tanda bahwa kendaraan tersebut laik jalan.
"Kalau tidak laik jalan, nanti secara otomatis tidak boleh beroperasi untuk mengangkut para pemudik," ujarnya.
Mulai dari izin usaha angkutan, izin trayek, uji KIR, hingga SIM para pengemudi. Selain itu, petugas gabungan yang terdiri dari tim Terminal Tidar, dinas perhubungan (dishub), dan Satlantas Polresta Magelang juga memeriksa bodi kendaraan. Serta rem, lampu, hingga roda.
Anggota Satlantas Polres Magelang Kota AKP Modric menambahkan, keselamatan para pemudik tergantung dari kelayakan armada yang digunakan.
Sehingga perlu adanya ramp check sebelum benar-benar mengangkut penumpang. Dia mengimbau agar para pengemudi tetap memperhatikan kendaraannya. "Harapannya, para pengemudi selalu mengedepankan kewaspadaan dan meningkatkan keselamatan berlalu lintas selama arus mudik berjalan," paparnya. (aya/pra)
Editor : Satria Pradika