RADAR PURWOREJO - Proses revitalisasi Terminal Tipe A Tidar Magelang direncanakan rampung pada 31 Mei 2024. Wajah baru terminal itu harapannya dapat membangkitkan gairah masyarakat untuk kembali menggunakan angkutan umum.
Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Tidar Magelang Aris Mujiono menuturkan, setelah direvitalisasi, fungsi terminal nantinya akan dikembangkan. Tidak hanya sekadar mengatur naik-turun penumpang. Tapi juga menjadi pusat perekonomian.
Aris pun berkeinginan untuk membangun rest area di sisi utara. Dia pun sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah pengusaha. "Nanti pembangunannya full swasta. Kami akan jalin kerja sama antara pemerintah dengan swasta," ungkapnya.
Rest area tersebut, kata dia, juga bakal dilengkapi oleh etalase produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, Aris akan lebih mengakomodir para pelaku UMKM yang sebelumnya sudah ada di terminal.
Selain itu, dia juga berkeinginan untuk membangun tempat pendidikan keselamatan berlalu lintas. Dengan begitu, terminal bakal menjadi pusat kegiatan di Kota Magelang. "Nanti terminal akan menjadi wajahnya Kota Magelang. Termasuk merespons adanya exit tol dan flyover Canguk," kata Aris.
Selama ini, Aris menilai, terminal masih mendapat kesan kumuh dan kurang aman bagi masyarakat. Sehingga sejak pertama kali dilantik pada September 2023 lalu, dia getol untuk merubah image dan membranding terminal. Supaya ketika masyarakat datang ke terminal, tidak hanya naik-turun bus.
Apalagi Terminal Tidar nantinya akan dirancang layaknya bandara. Satu upayanya dengan mengadakan kegiatan seperti pameran bus bertajuk Gerakan Nasional Kembali ke Angkutan Umum (GNKAU). "Itu (kegiatan) sebagai bentuk promosi angkutan umum kepada masyarakat," tuturnya.
Dengan begitu, lanjut Aris, revitalisasi ini dibutuhkan guna membangkitkan kembali minat masyarakat untuk naik angkutan umum. Di sisi lain, dia berharap, keberadaan terminal tidak hanya sebagai tempat naik-turunnya penumpang, tapi juga sebagai kebangkitan perekonomian masyarakat sekitar.
Menurutnya, pelayanan angkutan umum, terutama bus, memang harus ditingkatkan. Agar masyarakat kembali lagi untuk menggunakan angkutan umum. Dengan demikian, masalah kemacetan, parkir, dan lainnya akan berkurang secara signifikan.
Selama proses revitalisasi, angkutan umum masih berfungsi dan beroperasi seperti biasa. Sehingga pembongkarannya dilakukan secara bertahap agar bus masih bisa mengangkut penumpang. Bahkan, kios yang ada di terminal, masih bisa buka seperti sebelum dibongkar.
Untuk saat ini, jumlah rata-rata penumpang naik-turun di terminal mencapai kurang lebih 2.000 orang per hari. Sedangkan jumlah bus yang berangkat dari terminal yakni 200 untuk jenis antarkota antarprovinsi (AKAP) dan 150-180 bus antarkota dalam provinsi (AKDP). Harapannya, setelah direvitalisasi, jumlah penumpang semakin bertambah. (aya/pra)
Editor : Satria Pradika