RADAR PURWOREJO - Pada momentum perayaan Tri Suci Waisak 2568 BE/2024, ada 24 biksu Thudong asal Thailand dan Indonesia yang akan berjalan kaki menuju Candi Borobudur dan Candi Muaro Jambi.
Rencananya, mereka akan tiba di Candi Borobudur pada 20 Mei 2024 dan berpartisipasi menyukseskan serangkaian kegiatan Waisak.
Untuk diketahui, thudong merupakan sebuah perjalanan dengan berjalan kaki dan melakukan beberapa praktik spiritual lainnya. Candi Borobudur dan Candi Muaro Jambi sendiri terbentang jarak lebih dari 1.300 kilometer (km).
Wakil Ketua Panitia Waisak Nasional 2568 BE/2024 YM Bhikkhu Dhammavuddho Thera menyebut, setelah dari Candi Borobudur, para biksu akan melanjutkan perjalanan menuju Candi Muaro Jambi pada 26 Mei 2024. Untuk mengikuti rangkaian kegiatan Waisak di sana.
Dia menyampaikan, tradisi Thudong yang dilakukan oleh para biksu tersebut untuk belajar bersabar. Karena Sang Buddha mengatakan bahwa kesabaran adalah praktik dharma yang paling tinggi.
"Misalnya dalam rangka Waisak 2024, untuk pertama kalinya biksu sangha berjalan kaki menyusuri dua candi besar di Indonesia. Yakni menuju ke Candi Borobudur dan Candi Muaro Jambi," bebernya, Kamis (18/4).
Ketua Panitia Thudong 2024 Susy Yang menuturkan, rangkaian perjalanan thudong ini selain untuk melestarikan nilai-nilai keteladanan Sang Buddha Gautama, juga untuk mengkampanyekan toleransi beragama yang ada di Indonesia.
Dia menyebut, thudong kali ini mengusung tema 'Perjalanan dengan Kesadaran Keberagaman untuk Jalan Hidup Luhur, Harmonis dan Bahagia'.
Maknanya merujuk pada sebuah upaya untuk membangkitkan pemahaman atas proses perkembangan yang mengintegrasikan keberagaman dalam perjalanan hidup. Yang ditandai oleh nilai-nilai luhur, harmonis, dan kebahagiaan. (aya/pra)
Editor : Satria Pradika