Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Mengenal Direktur PDAM Kota Magelang Bambang Pulunggono, Banting Setir Geluti Soal Air

Naila Nihayah • Minggu, 5 Mei 2024 | 15:00 WIB

 

SUKSES: Bambang Pulunggono yang sebelumnya bercita-cita jadi notaris, kini berhasil menjabat sebagai Direktur PDAM Kota Magelang.
SUKSES: Bambang Pulunggono yang sebelumnya bercita-cita jadi notaris, kini berhasil menjabat sebagai Direktur PDAM Kota Magelang.

RADAR PURWOREJO - Tidak sedikit orang yang menjajal peruntungan baru. Demi menggeluti bidang yang berbeda semasa mengenyam pendidikan. Hal tersebut nampaknya memberi peluang besar bagi mereka untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan. Itulah yang dirasakan oleh Bambang Pulunggono, Direktur Perusahaan Umum Air Minum (PDAM) Kota Magelang. 

 

Latar belakang pendidikan Bambang sebelumnya tidak berhubungan dengan air. Melainkan lulusan sarjana hukum dan kenotariatan. Namun, dia memiliki tekad untuk memajukan PDAM Kota Magelang. Terutama mengatasi tingkat kebocoran pipa yang selama ini masih terjadi sehingga merugikan masyarakat.

 

Sebelumnya, Bambang bekerja di BUMD Grobogan bernama Purwa Aksara yang menggeluti soal percetakan, bengkel, dan ATK mulai 2002-2016. Dia juga sempat didapuk menjadi direktur. Lantaran jabatan direktur PDAM Purwa Tirta Dharma Grobogan habis, dia mencoba peruntungan dengan mengikuti seleksi. Beruntung, dia lolos dan menjabat sebagai direktur pada 2016-2020.

 

Saat itu, dia ingin melihat perkembangan air di wilayahnya yang memanfaatkan air sungai. Termasuk ingin meningkatkan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jabatan itu hanya diemban selama satu periode. 

 

Lalu, Bambang memutuskan bekerja sebagai notaris. Dia pun telah menjalani praktik selama dua bulan. "Suatu ketika, saya melihat pengumuman di website-nya Kota Magelang. Saya browsing ada pendaftaran. Dicari calon direktur PDAM," ujar pria kelahiran 1968 itu saat ditemui beberapa waktu lalu.

 

Dia pun tergiur untuk mendaftarkan diri pada 2021. Mau tidak mau, Bambang harus melepaskan profesinya sebagai notaris. Terlebih dia sudah memiliki sertifikat manajemen air dari tingkat muda, madya, hingga utama. Itulah yang menjadi satu bekal untuk mendaftarkan diri menjadi direktur PDAM Kota Magelang.

 

Pria asal Kabupaten Grobogan itu dilantik pada Juni 2021 usai lolos mengikuti serangkaian seleksi yang diadakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang. Dia berhasil menyisihkan empat kandidat lain pada tahap wawancara dan tes kepatutan.

 

Saat itu, dia menyampaikan terkait pengalamannya terjun di PDAM Grobogan. Yang mana menjadi bekal untuk mengembangkan PDAM Kota Magelang. Terutama dalam mengendalikan sistem non revenue water (NRW). Sebab, tingkat kebocoran pipa di Kota Magelang masih terbilang tinggi. Water meter yang tidak berfungsi dengan baik, akan diganti. 

 

Begitu pula dengan pipa-pipa kuno peninggalan Belanda yang sudah rusak harus diperbaiki. Sejak dilantik hingga saat ini, PDAM Kota Magelang berhasil menurunkan NRW menjadi 51 persen dari yang semula 58 persen. Targetnya, hingga akhir tahun ini, dia bisa menurunkan tingkat NRW di bawah 50 persen. 

 

Selama empat tahun menjabat direktur PDAM Grobogan, dia bisa menurunkan tingkat NRW sebanyak 8 persen. Kendati masih di bawah 10 persen, namun sudah menguntungkan. "Motivasi saya untuk mengabdi di sini salah satunya adalah untuk menurunkan tingkat NRW. Itu juga menjadi tugas baru bagi saya," kata Bambang. 

 

Bambang juga memastikan komunikasi dan sinergitas dengan Pemkot Magelang berjalan dengan baik. Dia berharap, sinergi tersebut akan terus terjalin demi memajukan Kota Magelang menjadi lebih baik lagi. (aya/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Nova
#PDAM Kota Magelang #Bambang Pulunggono