RADAR PURWOREJO - Petani padi di Dusun Piyungan, Tirtosari, Sawangan sukses panen raya padi varietas lokal mentik wangi. Keberhasilan itu didapat berkat penggunaan pupuk ramah lingkungan besutan warga lokal. Uniknya, pupuk tersebut berbahan dasar aneka tumbuhan.
Seorang petani Dusun Piyungan Dwi Yulianto mengutarakan, tanaman padi miliknya murni tidak tidak menggunakan pupuk kompos maupun kandang. Padahal, saat masa panen, bertepatan dengan maraknya serangan hama wereng di beberapa daerah.
Kondisi itu praktis berdampak terhadap produktifitas dan kualitas tanaman padi. Beruntung, dia tidak mengalami hal itu. "Kami hanya menggunakan sisa-sisa jerami padi untuk diolah. Ditambah dengan hormon pupuk," katanya, Minggu (5/5).
Selama proses cocok tanam, Dwi menerapkan pola tanam jajar pada lahan seluas 1.000 meter persegi. Untuk menjaga kualitas tanaman, dia menggunakan formula komplet hormon pupuk sekaligus pestisida berbahan tanaman lokal.
Formula ajaib yang digunakan itu merupakan hasil inovasi mandiri sejumlah petani yang tergabung dalam Kelompok Agrocipta Alam Lestari di Kecamatan Mertoyudan. Produknya bernama Wow.
Sebelumnya, Dwi menanam padi secara konvensional dengan sistem pengolahan lahan dan memanfaatkan pupuk kimia. Menggunakan pola tanam organik, baru pertama kali dia lakukan. Kendati demikian, dia bisa merasakan manfaatnya dibanding menggunakan pupuk kimia.
Selain terbukti tahan terhadap serangan hama dan cuaca ekstrim, kata dia, pemanfaatan pupuk organik lokal mampu mengembalikan kesuburan tanah sawah. Lalu, membuat pertumbuhan ekstra pada tanaman padi dengan anakan lebih banyak.
Bahkan, batang male lebih kuat panjang mencapai 24-27 sentimeter di tengah cuaca yang tidak menentu. Muaranya, harga jual beras organik itu lebih tinggi dibanding jenis lainnya.
Dwi menyebut, keberhasilan panen padi jenis mentik wangi ini diperkirakan mencapai 460 kilogram gabah siap giling. Dengan harga jual berasnya sekitar Rp 20 ribu per kilogram. "Selama masa tanam, saya penuhi kebutuhan airnya dan melakukan penyemprotan dengan pupuk organik Wow," katanya.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kabupaten Magelang Ade Sri Kuncoro Kusumaningtyas mengatakan, penggunaan pupuk organik memang perlu dilakukan. Selain meningkatkan kualitas tanaman, juga dapat meningkatkan nilai jual.
Termasuk menggunakan produk pupuk lokal bernama Wow. "Sudah seharusnya petani sadar hasil budi daya yang sehat. Karena para konsumen zaman sekarang sudah mulai sadar untuk makan makanan yang sehat," jelasnya. (aya/pra)
Editor : Satria Pradika