MAGELANG - Hingga akhir 2023 lalu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Megelang sebesar 5,25 persen atau sebanyak 3.600 orang. Jumlah itu sudah turun dibanding tahun 2022 yang mencapai 6,71 persen. Tahun ini, Pemkot Magelang menargetkan TPT turun menjadi 4,5 persen.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Magelang Wawan Setiadi menyebut, TPT di wilayahnya dari tahun ke tahun selalu menurun. Bahkan, capaian 5,25 persen itu sudah membanggakan.
Sebab, saat pandemi Covid-19, ada 8,73 persen TPT di Kota Magelang. Capaian tersebut menjadikan Kota Magelang mendapat penghargaan dari Pemprov Jateng sebagai daerah dengan penurunan angka pengangguran terbuka terbaik se-Jateng.
Baca Juga: Beri Talkshow Mau Kerja atau Lanjut Sekolah, Mayoritas Pengangguran SMA, Job Fair Sediakan 4.000 Loker
"Setiap tahun TPT ini turun dan harapannya di tahun 2024 kembali turun. Bahkan, penurunan TPT ini, membuat Kota Magelang masuk tiga besar tingkat provinsi," jelasnya di Lapangan Tenis Indoor Moncer Serius, Kota Magelang, Selasa (14/5).
Dia menyebutkan, dari sekitar 3.600 pengangguran di Kota Magelang saat ini, sebanyak 58 persen atau 2.100 orang ada di tingkat SMA/SMK. Permasalahan itu menjadi tugas bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menurunkan TPT.
Satu di antaranya dengan menggelar job fair dan menggandeng 50 perusahaan. Baik lokal, regional, maupun nasional. Harapannya, kegiatan ini menjadi momentum untuk perusahaan menemukan tenaga kerja potensial sesuai yang dibutuhkan.
Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Konsumen Lebih Menyukai Bayar dengan COD atau Tranfer melalui M-banking saat Berbelanja
Wakil Wali Kota Magelang M Mansyur menuturkan, job fair juga sebagai implementasi dari pelayanan pemerintah. Terutama disnaker kepada masyarakat. Pemerintah senantiasa memfasilitasi dan menciptakan iklim usaha yang kondusif. Termasuk berpihak kepada perusahaan yang mampu menyerap tenaga kerja banyak.
Menurutnya, kemampuan sektor industri dalam menyerap tenaga kerja menentukan pertumbuhan ekonomi. "Di sisi lain, pendidikan juga penting untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang terampil sesuai kebutuhan industri," katanya.
Dia berharap, job fair ini dapat membuka pintu-pintu kerja sama lintas sektor untuk mengatasi masalah dunia kerja. Job fair menjadi peluang emas bagi para pencari kerja untuk menemukan karir mereka dan demi masa depan yang lebih baik.
Baca Juga: Lima Buah Yang Bagus Dikonsumsi Sebelum Membelai Perempuan Menikah: Bisa Membuat Kulit Lebih Bercahaya
Menurut Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz, job fair ini dalam rangka membuka peluang lebih banyak bagi masyarakat produktif. Ini menjadi upaya pemerintah untuk menekan tingkat pengangguran terbuka di Kota Magelang.
"Bagus untuk membuka peluang. Sebetulnya peluang itu banyak, tinggal kita mau atau tidak. Job fair ini akan kita adakan terus, agar tidak ada pengangguran di Kota Magelang," tandasnya.
Kegiatan ini dihelat selama dua hari, 14-15 Mei 2024. Diisi dengan talkshow dan ada juga perusahaan yang langsung melakukan wawancara serta psikotes. Melalui job fair, diharapkan dapat membantu lulusan SMA/SMK/Diploma/sarjana untuk segera mendapatkan pekerjaan. (aya)