RADAR PURWOREJO - Polresta Magelang bakal mengerahkan ratusan personelnya untuk mengawal perjalanan biksu yang menjalankan ritual Thudong. Mulai dari perbatasan Temanggung-Magelang hingga tiba di Candi Borobudur. Sistem pengamanannya memang dilakukan secara estafet dengan daerah lain.
Kapolresta Magelang Kombes Pol Mustofa menjelaskan, telah menyiapkan berbagai pola pengamanan rombongan biksu Thudong tersebut. Terutama ketika mereka mulai memasuki Kabupaten Magelang. Tanggung jawab pengamanan praktis akan berpindah. "Semua sudah kita siapkan pengamanan setiap etape atau per jalur. Jumlah personelnya beda-beda per kegiatan," ungkapnya saat ditemui, Kamis (16/5).
Pengamanan, kata dia, akan dilaksanakan mulai 18-23 Mei 2024. Sebab, pada 18 Mei dan 19 Mei 2024, rombongan diperkirakan memasuki wilayah Kabupaten Magelang. Adapun jumlah personel yang dikerahkan untuk mengawal biksu thudong sebanyak 135 orang.
Kemudian, pada Senin (20/5), rombongan mulai melakukan perjalanan menuju Candi Borobudur. Ada 80 personel yang disiapkan. Selanjutnya, aktivitas para biksu di Candi Borobudur pada Selasa (21/5) akan diamankan oleh 222 personel.
Sementara untuk pengamanan perayaan Waisak di Candi Borobudur pada Kamis (23/5), Mustofa menyiapkan sekitar 400 personel. Dengan melibatkan personel dari polisi, TNI, dinas perhubungan, satpol PP, dan instansi terkait.
Namun, kata dia, sebelum menyambut detik-detik Waisak, para biksu dan umat Buddha akan melaksanakan kirab dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur. Saat prosesi tersebut, ruas jalan sepanjang Candi Mendut-Candi Borobudur, rencananya ditutup secara total.
Pj Bupati Magelang Sepyo Achanto mengatakan, tidak ada penyambutan khusus untuk rombongan bisu thudong. "Tapi, ini (rencana penyambutan, Red) masih dibahas bersama panitia. Namun, kemungkinan (penyambutan) berbeda dengan tahun lalu," paparnya. (aya/pra)