Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Jalan Nasional di Magelang Sulit Ditambah Markah Jalur Sepeda, Ini Alasan Dishub

Heru Pratomo • Selasa, 4 Juni 2024 | 19:00 WIB

BERSEPEDA: Pesepeda tengah melintas di kawasan Alun-alun Kota Magelang.
BERSEPEDA: Pesepeda tengah melintas di kawasan Alun-alun Kota Magelang.

 

 

RADAR PURWOREJO - Pemkot Magelang mencanangkan gerakan budaya bersepeda bertajuk 'Gelang Berkah' atau Magelang Bersepeda untuk Bekerja dan Sekolah. Gerakan tersebut digaungkan guna mendorong gaya hidup sehat dan ramah lingkungan.


Hingga saat ini, sudah ada sekitar 12,7 kilometer markah jalur sepeda yang tersebar di beberapa titik. Seperti Jalan Gatot Soebroto, Jenderal Sudirman, dan lainnya. Namun, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang belum berencana menambah markah jalur sepeda, rambu, dan markah parkir di wilayahnya.


Kepala Dishub Kota Magelang Candra Wijatmiko Adi mengutarakan, penambahan markah tersebut dimungkinkan bakal dilakukan setelah dishub mengadakan beberapa kajian. Terutama jalur sepeda yang berada di jalan nasional, seperti di Jalan A Yani, Urip Sumoharjo, maupun Soekarno-Hatta.


Sebab, kata dia, karakteristik jalan nasional notabene memiliki kecepatan tinggi. Sehingga dishub perlu melakukan kajian terlebih dahulu. "Memang belum (menyeluruh). Seperti di Magelang Utara yang tidak di jalan nasional. Tapi kapasitas jalannya sempit dan naik-turun. Sehingga perlu kajian," katanya Senin (3/6).


Candra menambahkan, budaya bersepeda ini memang sudah selayaknya dilakukan. Mengingat markah jalur sepeda sudah membentang di beberapa titik. "Jalurnya sudah ada. Tapi, memang ada beberapa tempat yang perlu kajian. Jadi, tahun ini belum ada (penambahan)," sambungnya.


Dia mengimbau kepada para pengguna jalan yang memiliki sepeda untuk digunakan dengan semestinya. Seperti sekolah, olahraga, dan lainnya. "Bagi pengguna kendaraan bermotor, mohon bisa menghormati dan memberikan prioritas kepada pesepeda yang berada di jalur sepeda," imbaunya.


Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz mengatakan, gerakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan penggunaan sepeda. Karena menjadi alat transportasi alternatif dan mempromosikan Kota Magelang sebagai kota yang ramah pesepeda.


Selain itu, gerakan budaya bersepeda ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan bersepeda. Apalagi saat ini penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak lebih marak ketimbang sepeda.

"Kami mencanangkan budaya bersepeda. Ini tidak gampang di era sekarang. Di mana kendaraan berbahan bakar fosil semua sudah memenuhi jalan-jalan," katanya saat peluncuran gerakan budaya bersepeda di Alun-alun Kota Magelang, Minggu (2/6). (aya/pra)

Editor : Satria Pradika
#jalur sepeda #jalan nasional #Pemkot Magelang