RADAR PURWOREJO - Beberapa hari lalu, warga Kampung Kluyon, Magelang Utara digegerkan dengan penemuan mayat bayi perempuan di sebuah tempat pembuangan sampah sementara (TPS). Secara kasat mata, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada bayi perempuan malang itu.
Namun setelah diautopsi, ternyata ada beberapa luka akibat kekerasan tumpul. Berupa memar pada kepala, wajah, dan dada. Kemudian, ada resapan darah pada kulit kepala bagian dalam dan lidah.
Polisi pun gerak cepat untuk mencari identitas ibu yang tega membuang bayi tersebut pada Kamis (30/5) pukul 07.30. Termasuk melakukan klarifikasi terhadap saksi-saksi dan akhirnya polisi mendapat titik terang yang mengarah pada terduga pelaku. "Ibu dari (mayat) bayi itu sudah ditemukan. Sekarang masih recovery atau dalam perawatan di rumah sakit setelah melahirkan," kata Kapolres Magelang Kota AKBP Herlina saat ditemui, Kamis (6/6).
Ibu dari mayat bayi itu berinisial SYK, 20 warga Kramat Utama dan masih berstatus sebagai mahasiswa. Saat ini, terduga pelaku masih menjalani perawatan setelah melahirkan. Sehingga polisi belum melakukan penahanan terhadapnya.
SYK sengaja menghilangkan nyawa putinya selang beberapa saat setelah dilahirkan. Sebab terduga pelaku takut ketahuan bahwa dia telah melahirkan seorang anak. Lantas, SYK terpaksa membuang bayinya yang dibungkus di dalam plastik kresek di sebuah tempat sampah.
Ada sejumlah barang yang ditemukan di dalam plastik kresek itu. Antara lain sepotong celana panjang, Kasi Humas Polres Magelang Kota Iptu Untung Harjanto menambahkan, bayi dengan berat sekitar 2,719 kilogram dan tinggi 47 sentimeter tersebut selanjutnya menjalani autopsi pada hari itu juga pukul 14.30.
Hasilnya, bayi itu berusia kurang lebih 9 bulan dalam kandungan dan berusia sehari di luar kandungan. "Lahir hidup tanpa alat bantu dan tidak didapatkan tanda perawatan," sebutnya.
Mirisnya, ternyata ada luka akibat kekerasan tumpul berupa memar pada kepala, wajah, dan dada. Lalu, resapan darah pada kulit kepala bagian dalam dan lidah. Serta didapatkan tanda mati lemas karena dibekap. (aya/pra)