RADAR PURWOREJO - Eks Sekretaris Daerah Kota Magelang Joko Budiyono mulai mengencangkan ikat pinggang untuk mendulang suara pada gelaran Pilkada 2024. Bakal calon wali Kota Magelang dari PDIP itu untuk kali pertama menggelar kegiatan politis dengan mengundang tim pendukung dan relawan.
Sebagai bentuk keseriusan dan komitmennya, Joko bahkan menciptakan wadah aspirasi masyarakat bertajuk Joko Budiyono Center (JBC). Wadah tersebut merupakan wahana dialogis bersama masyarakat berbagai kalangan dan usia.
Joko mengatakan, timnya dirasa perlu memberikan ruang bagi lintas generasi untuk menyuarakan kepentingannya dalam kontestasi politik.
"Ini adalah embrio dari pengenalan dialogis yang dikemas dalam wadah bernama JBC. Tugasnya untuk mewadahi dan mengakomodasi kepentingan para relawan," katanya, Rabu malam (26/6).
Dia mengutarakan, masyarakat yang mengikuti JBC dapat menggali lebih dalam terkait dirinya. Tidak ada batasan pertanyaan dan membuka diri seluas-luasnya terhadap saran serta masukan yang diberikan masyarakat. Hal itu sebagai upaya memberikan ruang sekaligus membicarakan sesuatu yang menjadi kepentingan mereka.
Setidaknya sekitar 500 orang berkumpul di acara peresmian JBC tersebut. Antusias para peserta pun tinggi, terbukti dengan banyaknya audiens yang berdialog interaktif dengan Joko. "Tanpa panjenengan semua, saya bukan apa-apa. Karena itu saya harapkan agar mulai malam ini, panjenengan semua bisa langsung bergerak," tegasnya.
Sementara itu, inisiator JBC Setyo Raharjo mengungkapkan, wadah ini diikuti oleh 27 relawan terdiri dari sejumlah tokoh masyarakat krusial di masing-masing kelurahan. Nantinya, JBC bertanggung jawab mengawal program-program yang akan dilakukan Joko Budiyono.
"Dari pertemuan pertama ini, akan terus berlanjut hingga pada masa kontestasi politik 27 November mendatang. Kita akan bergerak dan seiring sejalan dengan partai politik," ujarnya.
Dia menyebut, tugas dari JBC fokus untuk mengurusi kepentingan politis pemenangan Joko. Unsur anggotanya pun, kata dia, sangat kompleks. Terdiri dari pelaku UMKM, tokoh masyarakat, pedagang, purnawirawan TNI atau Polri, pensiunan pejabat Pemkot Magelang, para pengusaha, pegiat olahraga, budayawan, dan lainnya.
Dia bersama JBC sudah kompak untuk menginginkan adanya perubahan di Kota Magelang. "Banyak kebijakan yang tidak bisa diterima masyarakat secara langsung, sehingga terkadang justru tidak tepat sasaran, dan menyimpang dari tujuan utamanya," tandasnya. (aya/pra)
Editor : Satria Pradika