Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Harga Anjlok, Mahasiswa Bagi Tujuh Kuintal Sayur Gratis

Naila Nihayah • Sabtu, 20 Juli 2024 | 13:00 WIB

AKSI SOSIAL: Puluhan mahasiswa UKM Mentari Unimma membagikan sayuran di tepi jalan, Jumat (19/7).NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA
AKSI SOSIAL: Puluhan mahasiswa UKM Mentari Unimma membagikan sayuran di tepi jalan, Jumat (19/7).NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA
 

RADAR PURWOREJO - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam UKM Mentari Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) membagikan berbagai jenis sayuran sebanyak tujuh kuintal. Guna membantu petani karena harga sejumlah sayur anjlok. Pembagian tersebut disambut pengendara dan ludes kurang dari 20 menit.


Begitu mobil pengangkut sayur tiba di lokasi, sejumlah mahasiswa memberi pengumuman agar warga sekitar segera merapat bahwa ada pembagian sayuran gratis. Beberapa warga dan pengendara motor hingga mobil tampak mengentikan laku kendaraannya. Lantas, mereka mengambil sayur yang tersedia.

NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA
NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA


Rektor Unimma Lilik Andriyani mengutarakan, mahasiswa UKM Mentari menggelar beberapa kegiatan yang dikemas dalam Ekspedisi Kemerdekaan. Salah satu kegiatannya adalah pembagian sayur gratis. Sayur itu didapat dengan cara membelinya dari petani di Kecamatan Kajoran dan Kaliangkrik, Magelang serta Temanggung atau di lereng Sumbing. "Kami beli dari petani secara langsung yang memang kondisi (harga) sayuran sedang turun," ujarnya, Jumat (19/7).


Kendati harga beberapa sayuran anjlok, kata dia, mahasiswa justru membelinya dengan harga yang tinggi. Nilainya hingga 2,5 kali lipat dari harga normal. Ada pula yang dibeli dengan harga normal. Tujuan utamanya untuk membantu petani mendistribusikan sayuran agar tidak busuk atau bahkan dibuang begitu saja.

NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA
NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA


Adapun sayur yang dibagikan berupa sawi sebanyak 40 kilogram (kg), pakcoy enam kuintal, kacang panjang 40 kg, loncang 20 kg, dan tomat lima kg. Totalnya 7,05 kuintal. Masing-masing sayur dibeli dengan harga yang berbeda. Normalnya, sawi putih dijual dengan harga Rp 500 per kg dan dibeli 2,5 kali lipat dari harga yang ditentukan.


Kemudian, packoy harga per kg-nya Rp 500 dan dibeli dua kali lipatnya. Lalu, kacang panjang harganya Rp 5 ribu per kg dan loncang Rp 16 ribu per kg. Kemudian, sayur tersebut dikemas dan dibagikan secara gratis kepada warga sekitar.
Dengan turunnya harga beberapa sayur ini, semestinya pemerintah turut andil dalam menstabilkan harga di pasaran. Agar petani tidak terpuruk dan bisa survive. “Bagaimana nantinya upaya atau kebijakan dari pemerintah untuk menghadapi hal itu," sambung dia.

Dosen Pengampu UKM Mentari Unimma Pranita Siska Utami menambahkan, Ekspedisi Kemerdekaan ini terdiri dari beberapa kegiatan. "Selain membagikan sayur secara gratis, mahasiswa juga akan melaksanakan panjat tebing, lari 17 kilometer, konservasi alam, hingga pengibaran bendera merah putih," katanya.


Sementara itu, pedagang bakso di Tegalrejo Wina mengaku bersyukur karena mendapat sayuran secara gratis. Dia mendapat beberapa ikat sawi dan loncang. "Tadi nggak sengaja lewat, terus dengar ada yang bagi-bagi sayur gratis. Saya langsung markirin motor, terus ambil sayurnya," sebut Wina. (aya/pra)

Editor : Satria Pradika
#Unimma #harga anjlok #sayur gratis #sayuran #UKM