RADAR PURWOREJO - Belasan perempuan dan laki-laki berlenggak-lenggok mengenakan pakaian dari bahan ecoprint di Menara Langit Ketep Pass, Kamis (25/7). Mereka tampak anggun mengikuti kegiatan Fashion Desain Competition Ecoprint. Apalagi didukung dengan cuaca cerah dan gagahnya Gunung Merapi.
Kegiatan bertajuk Harmony In Sustainable Fashion ini merupakan kolaborasi antara Disparpora Kabupaten Magelang dengan Komunitas Ecoprint Ron Tinata dan Forum DTW Kabupaten Magelang. Yang diikuti oleh 50 desainer dalam dan luar wilayah Kabupaten Magelang.
Kabid Pemasaran dan Ekraf, Disparpora Kabupaten Magelang Zumrotun Rini mengutarakan, kegiatan ini dilakukan guna meningkatkan pengembangan ekonomi kreatif sub sektor fashion. Sekaligus sebagai upaya peningkatan DTW di Ketep Pass dan sekitarnya.
Menurutnya, ecoprint menjadi kain yang menarik karena proses pembuatannya melibatkan pencetakan bahan alami pada kain melalui proses penguapan. Sehingga menghasilkan sebuah pola dan warna alami yang menarik.
Dia menyebut, ada 50 desainer dari dalam dan luar wilayah Kabupaten Magelang yang turut serta dalam kegiatan ini. Mereka juga membawa ratusan kain ecoprint. Kegiatan ini, lanjut dia, menjadi inovasi dalam industri fashion dan sebagai penunjang atraksi wisata yang menarik. Dengan begitu, harapannya dapat meningkatkan kunjungan wisata di Kabupaten Magelang dan mempromosikan produk lokal ke luar daerah.
Kepala Disparpora Kabupaten Magelang Mulyanto menambahkan, gelaran ini memang perlu dilakukan sebagai upaya mengenalkan karya ramah lingkungan kepada masyarakat luas. Sekaligus mengajak mereka untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik pada proses ecoprint.
Dia berharap, seluruh desainer yang terlibat dapat mengenalkan ecoprint sebagai karya yang ramah lingkungan kepada masyarakat luas. Termasuk mengembangkan produk kain ecoprint menjadi busana kasual yang menarik dan berdaya saing tinggi di dunia fashion.
Terlebih, kata Husein, dunia fashion dalam lima tahun terakhir semakin menunjukkan arah ke penggunaan bahan atau material yang menggunakan unsur alami. "Salah satunya ecoprint. Ini perlu digelorakan," katanya.
Sementara Direktur Badan Pengelola Objek Wisata (BPOW) Ketep Pass Mul Budi Santoso bersyukur karena menjadi tuan rumah dari kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini akan dapat mendorong promosi destinasi wisata dan memberi efek positif, khususnya Ketep Pass kepada masyarakat luas.
Dia menyebut, dengan peserta dan pengunjung yang berfoto di Ketep Pass, secara tidak langsung akan membantu promosi wisata Kabupaten Magelang. Harapannya, kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. "Sehingga atraksi wisata yang ditampilkan memiliki nilai dan daya saing tinggi," katanya. (aya/pra)