Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Dapatkan Pelatihan, Pedagang Candi Borobudur Diminta Lebih Ramah kepada Wisatawan

Naila Nihayah • Jumat, 2 Agustus 2024 | 01:30 WIB

SIMBOLIS: Perwakilan pedagang Candi Borobudur mendapat sertifikat pelatihan InJourney Hospitality House di Balkondes Karanganyar, Rabu (31/7).NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA
SIMBOLIS: Perwakilan pedagang Candi Borobudur mendapat sertifikat pelatihan InJourney Hospitality House di Balkondes Karanganyar, Rabu (31/7).NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA
 

RADAR PURWOREJO - Para pedagang di Candi Borobudur diminta lebih ramah kepada wisatawan. Demi menghadirkan kenyamanan dan pelayanan prima. Terlebih sebentar lagi, para pedagang bakal berpindah lokasi ke Kampung Seni Borobudur di Dusun Kujon.

Corporate Secretary PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Ryan Eka Permana Sakti menuturkan, InJourney memiliki inisiatif agar seluruh ekosistem di dalamnya memiliki keramah-tamahan. Agar lebih siap menyambut wisatawan di sejumlah destinasi yang dikelola.

Satu di antaranya dengan mengadakan InJourney Hospitality House (IHH) ke-4 yang menggandeng PT Angkasa Pura I. Program ini dirancang khusus untuk menjangkau ribuan pedagang di area TWC Borobudur guna memastikan kesiapan sumber daya manusia (SDM), produk, dan layanan para pelaku UMKM dalam menyambut jutaan wisatawan.

Terutama di lokasi baru yang bertempat di Kampung Seni Borobudur, Dusun Kujon. "Ini (IHH, Red) merupakan komitmen perusahaan dan managemen kepada mereka (para pedagang) yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari ekosistem InJourney," bebernya, Rabu (31/7).

Selama tiga hari, mulai 29-31 Juli, sebanyak 120 pedagang dari berbagai sektor seperti kuliner, pakaian, dan cinderamata, mendapatkan pelatihan intensif. Program ini tidak hanya sebagai bagian dari revitalisasi Kampung Seni Borobudur, tetapi juga sebagai langkah transformasi menyeluruh.

Tujuan utamanya untuk menciptakan pengalaman wisata berkualitas dan berkesan bagi para wisatawan. Baik domestik maupun mancanegara. "Selama tiga hari ini, peserta dibekali wawasan baru tentang keramah-tamahan, mulai dari cara menyapa hingga bersikap," jelasnya.

Sakti menambahkan, IHH bukan sekadar pelatihan, tetapi menjadi inisiatif unggulan yang bertujuan membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dan berkualitas di kawasan ini. Fokus utamanya adalah peningkatan kapasitas SDM untuk mendukung kesejahteraan masyarakat setempat dan memajukan pariwisata Indonesia.


Dia berharap, pelatihan ini dapat memperkaya pemahaman mereka tentang pentingnya pelayanan prima. Dengan begitu, nantinya seluruh pelaku usaha yang berada di kawasan Candi Borobudur terstandarisasi dengan baik. Sebagai daya dukung peningkatan kualitas infrastruktur yang terus disempurnakan.

Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) Ike Yutiane mengatakan, sebagai bagian dari ekosistem aviasi dan pariwisata, pihaknya berkomitmen untuk mendukung kebangkitan sektor pariwisata di Borobudur. Terutama melalui program pemberdayaan dan pelatihan berkelanjutan.

Dia berharap, program ini akan mendorong peningkatan kunjungan wisatawan dengan menghadirkan keramah-tamahan Indonesia yang khas Borobudur. "Selain tetap memastikan konektivitas dan pengalaman yang mudah serta menyenangkan dapat terwujud," urainya.

Seorang pedagang batik Ngumroyati, 38 berharap, PT TWC dapat mengadakan pelatihan serupa secara kontinyu. Supaya dapat ikut serta mendorong aktivitas wisata yang lebih maju. Terlebih, dia bersama teman-temannya belum pernah mendapat materi terkait pelayanan kepada wisatawan.

"Terutama bagaimana berkomunikasi yang efektif, cara melayani pengunjung, hingga cara menjajakan dagangan yang baik. Ke depannya, kami membutuhkan pelatihan-pelatihan seperti ini lagi," jelasnya. (aya)

Editor : Satria Pradika
#wisatawan #TWC #pedagang #Candi Borobudur