Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

BBPVP Adakan Pelatihan Tour Guide di Magelang, Tingkatkan Skill Bidang Pariwisata

Naila Nihayah • Jumat, 2 Agustus 2024 | 02:30 WIB

PAPARAN: Para peserta mengikuti pelatihan tour guide yang diinisiasi oleh Kampoeng Dolanan, Rabu (31/7).NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA
PAPARAN: Para peserta mengikuti pelatihan tour guide yang diinisiasi oleh Kampoeng Dolanan, Rabu (31/7).NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA
 

RADAR PURWOREJO - Sebanyak 32 peserta dari sejumlah kecamatan mengikuti pelatihan tour guide yang diadakan oleh Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang. Pelatihan itu sebagai respons adanya Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur. Sekaligus meningkatkan skill masyarakat di bidang pariwisata.

Kepala BBPVP Semarang Heru Wibowo mengutarakan, ada delapan paket pelatihan yang didistribusikan kepada kelompok masyarakat di kawasan Borobudur. "Bentuk pelatihannya disesuaikan dengan kebutuhan komunitas masyarakat setempat," bebernya di Desa Bumiharjo, Borobudur, Rabu (31/7/2024).

Dia menyebut, selain pelatihan tour guide, ada pula membatik serta pembuatan kue dan roti. Dalam hal ini, BBPVP Semarang menggandeng Kampoeng Dolanan di Desa Bumiharjo. Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan Badan Otorita Borobudur (BOB), balai ekonomi desa (balkondes) Ngadiharjo, Unimma, dan lainnya.

Pelatihan-pelatihan tersebut, kata dia, sebagai bentuk dukungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk turut andil menguatkan pariwisata di Borobudur. "Agar mereka (masyarakat) punya kompetensi supaya bisa menyambut kedatangan para turis di Borobudur dengan baik," sebutnya.

Pemilik Kampoeng Dolanan Borobudur Abbet Nugroho menambahkan, kali ini ada empat paket pelatihan yang diadakan. Dua paket dialokasikan untuk pelatihan tour guide dan dua lainnya adalah membatik serta pembuatan kue. "Animo masyarakat, terutama generasi Z cukup tinggi untuk mengikuti pelatihan ini," urainya.

Dia menilai, generasi Z saat ini memiliki kecenderungan dan ketertarikan dalam mengembangkan pariwisata di daerahnya. Apalagi, Borobudur telah ditetapkan sebagai DPSP yang digadang-gadang dapat mendatangkan lebih banyak wisatawan. Sehingga peluang itu ditangkap oleh kawula muda.

"Mau tidak mau, desa wisata yang ada di kawasan Borobudur membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Sehingga perlu adanya pelatihan tour guide agar mereka semakin terlatih dan kompeten," terangnya.

Pelatihan tersebut, lanjut dia, dilakukan secara kontinyu selama 20 hari. Dari 32 peserta itu, terdiri dari beberapa latar belakang. Seperti pemandu wisata, pemilik usaha kecil, pedagang, hingga pemilik rental kendaraan. Harapannya, mereka semakin tertarik untuk mengembangkan pariwisata dan lebih berkompeten. (aya/din)

Editor : Satria Pradika
#DPSP #Desa Bumiharjo #destinasi pariwisata #Balkondes #BBPVP #Borobudur