RADAR PURWOREJO - Pembangunan Kampung Seni Borobudur di Dusun Kujon terus menunjukkan progres yang signifikan. Proyek tersebut dibangun di lahan seluas 10,74 hektare dan dirancang untuk meningkatkan pengalaman wisatawan dengan berbagai fasilitas modern. Sekaligus mendukung pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Candi Borobudur.
Para pedagang yang saat ini menempati lokasi sementara di dekat bekas kandang gajah kompleks Candi Borobudur, akan direlokasi ke Kampung Seni Borobudur. Sembari menunggu pembangunan Kampung Seni Borobudur, rampung. Rencananya, bangunan megah itu akan diresmikan oleh Presiden Jokowi pada September mendatang.
Corporate Secretary Group Head PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Ryan Eka Permana Sakti menjelaskan, penataan pedagang ke Kampung Seni Borobudur dirancang untuk tidak hanya memberikan tempat yang lebih layak dan sesuai standar. Tetapi juga digadang-gadang dapat meningkatkan potensi ekonomi para pedagang.
Tidak hanya itu, penataan tersebut guna meningkatkan upaya kelestarian kawasan Borobudur sebagai situs warisan dunia. "Kampung Seni Borobudur merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dirancang untuk menjadi destinasi wisata yang menarik dengan fasilitas yang lebih baik dan akses yang mudah bagi wisatawan," kata Sakti, Rabu (14/8).
Dia mengklaim, aliran pengunjung ke Kampung Seni Borobudur akan tetap tinggi. Bahkan, berpotensi meningkat seiring dengan promosi dan pengembangan kawasan wisata Borobudur sebagai DPSP. "Pemerintah dan PT TWC juga berkomitmen untuk mendukung para pedagang dalam proses adaptasi," paparnya.
Dukungan itu diberikan melalui program-program pelatihan dan pemberdayaan menggandeng lebih banyak mitra. Selain itu, lanjut dia, relokasi ini memungkinkan terciptanya lingkungan jual beli yang lebih tertata dan nyaman. Muaranya dapat menarik lebih banyak pelanggan dan memberikan pengalaman berbelanja yang lebih baik bagi wisatawan.
"Sehingga, pedagang tidak perlu khawatir akan kehilangan pelanggan. Karena Kampung Seni Borobudur justru menawarkan peluang yang lebih besar untuk meningkatkan pendapatan mereka dalam lingkungan yang lebih mendukung dan terorganisir," tegas Sakti.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Magelang Nanda Cahyadi Pribadi mengatakan, pembangunan Kampung Seni Borobudur menjadi momentum untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Termasuk memberdayakan masyarakat setempat yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan.
Penataan itu mengacu pada masterplan Japan International Cooperation Agency (JICA) tahun 1979 atas rekomendasi dari UNESCO dan Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2014 tentang Tata Ruang Kawasan Borobudur dan sekitarnya. Terlebih, pemerintah ingin mengembalikan area hijau di zona II kompleks Candi Borobudur sebagai green belt.
"Sehingga ketentuan ini yang akan dipedomani untuk memindahkan para pedagang. Nantinya mereka akan menempati tempat yang menurut saya kalau melihat sekarang kondisi fisiknya sangat layak dan akan mendatangkan rezeki yang berkah," terangnya. (aya)
Editor : Satria Pradika