RADAR PURWOREJO - Pemkab Magelang menggelar kegiatan bertajuk 'Parade Budaya' di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, Sawitan, Senin (19/8). Parade Budaya ini dilangsungkan untuk memeriahkan HUT ke-79 RI. Dalam parade budaya ini, ada sekitar 33 kontingen yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Kendati cuaca terik, namun tidak menyurutkan semangat para peserta Parade Budaya. Mereka tampak memukau dengan kostum yang telah dirancang sebelumnya. Masyarakat setempat tidak ketinggalan turut menyaksikan gelaran setahun sekali itu.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Magelang Slamet Achmad Husein mengatakan, Parade Budaya ini digelar sebagai wujud mengembangkan rasa kebangsaan dan cinta terhadap budaya bangsa. Termasuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap ragam kebudayaan di Kabupaten Magelang.
Dia menyebut, ada 33 kontingen yang mengikuti Parade Budaya ini. Mereka berasal dari lintas unsur dan sektoral seperti kecamatan, pendidikan, pelaku seni, dan lainnya. Masing-masing kontingen menampilkan berbagai kesenian. Seperti marching band, tari topeng ireng, soreng, jathilan, reog, hingga dayakan.
Masing-masing kontingen akan unjuk gigi menampilkan tariannya selama lima menit. Ada dewan juri yang bertugas untuk menilai para kontingen. Dengan total enam penyaji terbaik. Selain panggung utama, panitia juga menyiapkan panggung kesenian untuk memecah penonton.
Panggung kesenian itu, lanjut dia, ada tiga titik. Yakni berada di depan Kantor Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, DPMPTSP, serta di depan DPUPR. "Perjalanan sekitar 2 kilometer. Ada tiga panggung kesenian di tiga lokasi," tambahnya.
Sementara itu, Pj Bupati Magelang Sepyo Achanto menjelaskan, Parade Budaya ini merupakan representasi dari jati diri bangsa dan kearifan lokal di wilayahnya. "Budaya lokal harus kita pelihara untuk mengisi kemerdekaan ini," ujar dia.
Dengan kegiatan budaya semacam ini, harapannya turut memberikan multiplier efek terhadap sektor lain. Terutama di bidang ekonomi dan pariwisata. "Kami berharap, seluruh komponen masyarakat, termasuk unsur pemerintah untuk terus berkarya dalam bidang apapun guna mengisi kemerdekaan," imbuhnya. (aya)
Editor : Satria Pradika