Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Bacagub Jateng Ahmad Luthfi Blusukan ke Pasar Talun Magelang, Pantau Harga, Borong Sayuran hingga Getuk  

Naila Nihayah • Kamis, 12 September 2024 | 04:42 WIB

 

 

   SAPA WARGA: Bakal calon gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengunjungi Pasar Talun, Dukun pada Rabu (11/9).   
  SAPA WARGA: Bakal calon gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengunjungi Pasar Talun, Dukun pada Rabu (11/9).  

 

MUNGKID - Bakal calon gubernur (bacagub) Jawa Tengah Ahmad Luthfi blusukan ke sejumlah pasar di Kabupaten Magelang, Rabu (11/9). Satu di antaranya di Pasar Talun, Dukun. Dia ingin mendengarkan aspirasi para pedagang sekaligus memperkenalkan diri sebagai bacagub pada Pilkada 2024.

 

Kabar kedatangannya telah terdengar oleh warga di kompleks Pasar Talun. Sejumlah relawan juga tampak membagikan puluhan kaos bergambar wajah Luthfi. Dia bersama rombongan tiba di pasar sekitar pukul 09.16. Begitu keluar dari mobil berpelat nomor L 117 FI, dia menyapa pedagang dan warga sekitar.

 

Warga pun berebut untuk bersalaman dan berfoto dengan mantan Kapolda Jateng itu. Lantas, dia mulai menyusuri lapak demi lapak di Pasar Talun. Sesekali menyapa pembeli. Selain itu, dia juga menyempatkan diri untuk berkomunikasi dengan para pedagang. Termasuk duduk bersama warga di sebuah warung sembari menikmati kopi dan gorengan.

 Baca Juga: Lagi Musim, 7 Manfaat Konsumsi Buah Mangga untuk Kesehatan Tubuh

Baca Juga: Belum Terlambat, Bawaslu Purworejo Dorong Pemkab Purworejo Revisi Perbup Soal Pemasangan APK Jelang Masa Kampanye

Luthfi mengatakan, kedatangannya untuk memeriksa sejumlah pasar di wilayah Jateng. Para pedagang pun mengeluhkan sejumlah permasalahan di pasar tersebut. Mulai dari kebocoran pasar hingga tidak tersedianya fasilitas musala. Tidak hanya itu, dia juga memantau fluktuasi harga sejumlah komoditas bahan pokok.

 

"Saya memang ingin melihat situasi pasar, fluktuasi harga dan semua normal. Serta bentuk pasar yang belum ada musalanya, (atapnya) bocor, dan sebagainya," kata Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Perdagangan berpangkat bintang tiga itu.

 

Kondisi itu, kata dia, perlu adanya evaluasi. Sehingga aspek kesehatan dan kesejahteraan di Pasar Talun, baik pedagang, pembeli, maupun barang-barangnya benar-benar diperhatikan. Menurutnya, pasar tradisional tidak bisa dipandang sebelah mata karena menjadi tempat transaksi seluruh lapisan masyarakat.

 Baca Juga: Jelang Pilkada 2024, Purworejo Kembali Deklarasi Jateng Menuju Zero Knalpot Brong

Baca Juga: Honda Big BOS Sulawesi Journey 2 Hadirkan Kegembiraan Berkendara dan Penjelajahan Menantang

Pasar tradisional juga menjadi satu bentuk ekonomi kerakyatan yang berperan dalam perekonomian Indonesia. Di antaranya sebagai pusat pengembangan ekonomi rakyat dan pusat perputaran uang daerah. Juga menjadi bentuk komunikasi sosial yang dilakukan oleh masyarakat dengan pedagang.

 

"Di sini terjadi suatu transaksi yang sangat luar biasa. Yang merupakan (pendongkrak) ekonomi desa maupun perkotaan. Ini bisa kita lihat bahwa beberapa sayur-mayur dari desa ke sini. Lalu, dari sini didistribusikan ke wilayah kota dan lain sebagainya," paparnya.

 

Luthfi kerap mendapatkan tawaran agar membeli barang dagangannya. Dia akhirnya memborong beberapa barang, seperti sayuran, gorengan, hingga getuk. "(Borong) banyak. Ada sayuran, gorengan, getuk. Saya suka makanan tradisional, terutama getuk," sambungnya.

 

Pedagang sayuran di Pasar Talun, Sutini, 71 mengaku senang bisa bertemu dengan Luthfi. Bahkan, ia sempat mendapatkan uang sebesar Rp 100 ribu. "Tadi ditanya, 'lahir tahun berapa mbah?', saya jawab, 'kelahiran 53' gitu. Terus dikasih uang, matur nuwun," lontarnya. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#Bacagub Jateng #pedagang #kapolda jateng #harga #Pasar Talun Magelang #ahmad lutfhi