MUNGKID - Sejumlah menteri meninjau proyek pembangunan di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur, Kamis (19/9). Peninjauan itu dilakukan sebelum Presiden Joko Widodo (Jokowi) benar-benar meresmikan proyek tersebut yang direncanakan pada awal Oktober. Peresmian itu mundur jadi jadwal semula pada 18 September.
Adapun beberapa poyek itu antara lain zona hijau di kompleks TWC Borobudur, lapangan olahraga Borobudur, dan TPST Pasuruhan. Kemudian, Museum dan Kampung Seni Borobudur serta Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur Sawitan.
Peninjuan pertama dilakukan di zona hijau, kompleks TWC Borobudur, barulah ke lapangan olahraga. Selanjutnya, rombongan bergerak menuju Museum dan Kampung Seni Borobudur. Di sana, rombongan menteri meninjau sejumlah fasilitas, termasuk lapak para pedagang.
Baca Juga: Kisah Cinta Rukmini dan Krisna: Jelmaan Sang Dewi Laksmi yang Menentang Takdir Pernikahan
Baca Juga: Serupa Tapi Tak Sama: Perbedaan Telur Ayam Negeri dan Telur Ayam Kampung
Sejak terdengar kabar kedatangan mereka, para pedagang siap siaga menyambutnya. Tak lupa, mereka menawarkan barang dagangannya kepada para menteri. Sembari sesekali mengabadikan momentum langka tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, dia bersama rombongan telah melihat penataan ulang di kawasan Borobudur. Mulai dari zona hijau hingga MAJT.
"Ini (penataan ulang) sudah dikerjakan selama 32 tahun (secara bertahap). Tapi, baru rampung di akhir pemerintahan Pak Jokowi. Rencananya diresmikan minggu pertama atau kedua Oktober," bebernya di sela tinjauan.
Dia mengutarakan, Jokowi baru saja menandatangani sebuah Perpres tentang penataan kawasan Borobudur yang terpadu. Sejumlah kementerian dan instansi terkait telah merancang Perpres itu selama tiga tahun. Sehingga menjadi prestasi tersendiri bagi mereka.
Luhut juga mengapresiasi seluruh kerja keras pemerintah dan instansi terkait karena telah menyelesaikan proyek tersebut. Dia meminta agar seluruh hasil pembangunan dapat dipelihara dengan baik.
Baca Juga: Masuki Masa Purnatugas, Kapolres Purworejo Lantik Kapolsek Ngombol dan Gebang yang Baru
Baca Juga: KPU Kebumen Mulai Siapkan Petugas KPPS Pilkada 2024, Ini Syaratnya
Namun, dia masih ingin mendengar masukan-masukan dari masyarakat. Sebab, kawasan Borobudur merupakan milik seluruh elemen dan menjadi mahakarya lebih dari 1.200 tahun yang lalu. Hanya saja, kata dia, masih banyak masyarakat yang belum memahami konsep penataan kawasan Borobudur.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menambahkan, penataan ini merupakan perjuangan lintas generasi dan menjadi hasil kerja tuntas dari pemerintah. "Bahwa (pembangunan kawasan) Borobudur ini memakan waktu hampir 32 tahun dalam penataannya," sebutnya.
Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Program Pariwisata InJourney Maya Watono menambahkan, InJourney telah melakukan re-masterplan atau penataan ulang kawasan Borobudur. Tujuannya untuk mewujudkan Candi Borobudur destinasi pariwisata kelas dunia.
Penataan ulang kawasan Borobudur, kata dia, bukan hanya tentang memperbaiki secara fisik. Tetapi juga memberikan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. "Kita lihat potensi pariwisata berkualitas dengan basis herritage, cultural, dan spiritual di Candi Borobudur sangat besar," paparnya. (aya)
Editor : Heru Pratomo