Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Minimalisasi Tindak Kejahatan Pelajar, Pemkab dan Polresta Magelang Luncurkan Buku P5

Naila Nihayah • Jumat, 11 Oktober 2024 | 17:10 WIB
KONSENTRASI: Siswi SD Negeri 1 Bantul membaca buku kurikulum merdeka mata pelajaran Bahasa Indonesia. (Gregorius Bramantyo/Radar Jogja)
KONSENTRASI: Siswi SD Negeri 1 Bantul membaca buku kurikulum merdeka mata pelajaran Bahasa Indonesia. (Gregorius Bramantyo/Radar Jogja)

 

MUNGKID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang bersama Polresta Magelang dan forkompimda telah rampung menyusun buku penunjang Penguatan Proyek Profil Pelajar Pancasila (P5) Magelang dengan tema Bhinneka Tunggal Ika. Keberadaan buku P5 menjadi bentuk ikhtiar atau upaya untuk meminimalisasi tindak kejahatan pelajar.

 

Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang Adi Waryanto mengutarakan, peluncuran buku ini merupakan hasil sinergitas dan kolaborasi lintas sektor. Baik Pemkab Magelang, Kemenag, Polri, dan TNI dalam rangka persamaian serta antikekerasan.

 

Sekaligus menjadi upaya dalam penguatan profil pelajar Pancasila di tingkat SD, SMP, dan SMA di wilayahnya. Dengan begitu, lingkungan sekolah menjadi damai dan tidak terjadi kekerasan di wilayah Kabupaten Magelang.

 

Nantinya, buku tersebut menjadi salah satu muatan lokal di semua tingkatan sekolah. Baik sekolah di bawah naungan disdikbud maupun Kemenag. "Kami apresiasi upaya-upaya ini dalam rangka untuk membentuk karakter pelajar Pancasila," paparnya, di Mapolresta Magelang, Kamis (10/10).

 Baca Juga: Mengulik Pahitnya Jamu Brotowali yang Menyimpan Berbagai Manfaat

Baca Juga: Jarang Diketahui, Inilah 9 Kandungan Kacang Hijau yang Bermanfaat Bagi Kesehatan

Untuk itu, kehadiran buku P5 dengan topik perdamaian dan anti kekerasan bisa dipraktikkan menjadi rujukan bagi siswa, guru, dan orang tua. Tetutama dalam membangun pelajar Pancasila yang ber-Bhinneka Tunggal Ika dengan penuh perdamaian dan jauh dari kekerasan.

 

Sementara itu, Wakapolresta Magelang AKBP Ahmad Syafi'i menjelaskan, peluncuran buku P5 itu merupakan kerja sama dengan forkompimda dan stakeholder terkait. Peluncuran buku tersebut, kata dia, menandakan awal yang baik karena menjadi satu-satunya daerah di Jawa Tengah yang merancang buku P5.

 

"Kami berjuang untuk mencegah terjadinya kekerasan pelajar. Salah satunya adalah dengan me-launching buku P5 ini yang berisikan tentang pendidikan karakter pelajar di Kabupaten Magelang," lontarnya.

 

Upaya itu diharapkan dapat mereduksi, mengurangi, serta mencegah tindak kejahatan atau kekerasan yang melibatkan pelajar di wilayah Kabupaten Magelang. Selama ini, Polresta Magelang juga banyak menangani kasus tindak kekerasan terhadap pelajar.

 

"Sanksi paling tegas adalah penegakan hukum yang sudah diatur oleh negara. Dengan aturan-aturan hukum, kita sudah melaksanakan itu agar ada efek jera dan (pelajar) yang lain tidak melakukan hal itu," lontarnya. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#pemkab #Pancasila #Magelang