MUNGKID - Sepeda motor Yamaha Aerox dan Honda Revo adu banteng di Jalan Raya Magelang-Semarang. Tepatnya di Kwaluhan, Madusari, Secang, Selasa (5/11). Nahasnya, pengendara Honda Revo berinisial MD, 43 warga Secang meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kasat Lantas Polresta Magelang Kompol Nyi Ayu Fitria Facha menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.55. Kejadian tersebut bermula ketika pengendara sepeda motor Yamaha Aerox dengan pelat nomor polisi (nopol) AA 6479 CL berinisial DAP, 17 warga Temanggung melaju dari arah Magelang menuju Semarang.
Saat itu, kata dia, DAP mengendari sepeda motornya dengan kecepatan sedang. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), DAP berusaha mendahului mobil yang berjalan searah di depannya melalui sisi kanan. Hanya saja, mobil tersebut berpindah ke lajur cepat.
Baca Juga: 6.064 Penyandang Disabilitas di Kabupaten Magelang Mencoblos saat Pilkada 2024
Karena itu, DAP berusaha menghindar ke kanan dan ternyata melebihi garis markah. Bersamaan dengan itu, dari arah berlawanan datang sepeda motor Honda Revo dengan nopol AB 2506 RY yang dikendarai oleh MD, 43 dan Honda Vario nopol AA 6630 DB yang dikendarai ES, 34.
Ayu menyebut, jarak ketiga sepeda motor itu terlalu dekat dan DAP tidak bisa menghindar. Akhirnya, terjadilah kecelakaan lalu lintas antara DAP dan MD. Sepeda motor Yamaha Aerox yang dikendarai DAP, terlempar ke kanan mengenai kendaraan lain yang berada di lajur kiri.
"Jadi, tabrakannya depan-depan atau adu banteng. Setelah terjadi tabrakan, pengendara MD meninggal dunia di tempat," paparnya saat ditemui, Selasa (5/11).
Baca Juga: 1.392 Pengawas TPS di Purworejo Siap Lakukan Pengawasan di Tahap Pemilihan Serentak 2024
Dia menyebut, korban mengalami luka patah tulang paha kaki kanan dan patah tulang tangan kanan. Kemudian, MD juga mengalami cidera kepala. Sedangkan DAP mengalami patah tulang kaki kanan dan kini tengah menjalani perawatan di RSJ Prof dr Soerojo Magelang.
Ayu mengimbau kepada seluruh pengendara agar tetap fokus dan memperhatikan keselamatan masing-masing. Serta tidak terburu-buru saat berkendara sehingga dapat meminimalisasi kecelakaan lalu lintas. (aya)
Editor : Heru Pratomo