MUNGKID - Warga Tampirkulon, Candimulyo bernama Linggih Prayogo, 74 memiliki tanah seluas 1.095 meter persegi. Dari jumlah itu, hanya dua meter persegi yang terdampak proyek pembangunan jalan tol Jogja-Bawen.
Tidak seperti kebanyakan warga lain yang mendapat puluhan juta hingga miliaran, ia justru hanya mendapat uang ganti kerugian (UGR) sebesar Rp Rp 2.411.387. Sebetulnya, dia sudah mengikhlaskan sebagian kecil tanah itu dan rela jika tidak mendapat UGR.
Namun, sekecil apapun tanah yang terdampak, pemerintah tetap memberikan UGR kepada warga. "Cuma keserempet. Nggih (sudah diikhlaskan), tapi ternyata nggak boleh, tetap dapat (UGR)," lontarnya, Kamis (7/11).
Baca Juga: KPU Kota Magelang Gelar Simulasi Pencoblosan, Rerata Pemilih Butuh Tiga Menit
Tanah itu, kata dia, merupakan warisan dari sang kakek. Lokasi di Tampirkulon dan berada di tepi sungai yang ditumbuhi pohon bambu. Kakek lima cucu itu tidak menyangka, tanahnya ikut terdampak pembangunan jalan tol Jogja-Bawen.
Dia mengaku bingung dengan UGR yang didapat. Sebab, nilainya tidak terlalu besar. "Bingung (untuk apa UGR-nya). Bingung juga mau bagi (UGR) karena saya punya tiga anak dan lima cucu," lontarnya.
Sementara itu, warga Senden, Mungkid Amin menyebut, tanahnya terdampak proyek tol Jogja-Bawen sekitar 20 meter persegi. Padahal, dia berharap jika seluruh tanahnya seluas 109 meter persegi itu, bisa dibeli oleh pemerintah.
Baca Juga: Menguak Fakta Mengejutkan Buah Nanas dan Risiko Dikonsumsi Ibu Hamil
Kendati begitu, dia mendapat UGR sebesar Rp 20-an juta dan akan dibagi dengan enam saudaranya. "Lahannya berupa tegal seluas 109 meter persegi, tapi cuma kena 20-an meter persegi. Tapi, saya tidak masalah dan oke-oke saja," sebutnya.
Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Magelang A Yani mengutarakan, pembayaran UGR kali ini diperuntukkan bagi tiga desa. Yakni Desa Tampirkulon dan Sidomulyo, Kecamatan Candimulyo serta Desa Senden, Kecamatan Mungkid.
"Karena ada berkas yang kurang lengkap, ahli warisnya jauh, ada yang retur karena umrah, dan alasan lainnya. Sehingga baru terlaksana pembayaran hari ini. Bahkan, hari ini ada yang tidak hadir karena umrah sehingga nanti kami jadwalkan ulang," paparnya.
Ketiga desa itu, kata dia, masuk dalam seksi 3 dan dengan total 37 bidang. Desa Sidomulyo ada 5 bidang, Tampirkulon 15 bidang, dan Senden 17 bidang. Adapun luasnya sekitar 2,02 hektare dan jumlah UGR-nya mencapai Rp 23.463.285.504. (aya)