MAGELANG - Hawa panas seolah menyelimuti gelaran debat publik putaran kedua antarpasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali Kota Magelang, Rabu malam (13/11). Tema yang diangkat, yakni Transformasi Kota Magelang Menuju Kota Modern dan Berkelanjutan. Tim pendukung bergantian memberikan semangat kepada paslon nomor urut 01 Muchamad Nur Aziz-M Mansyur (Aman) serta Damar Prasetyono-Sri Harso (Damai) sebelum debat berlangsung dengan menyanyikan yel-yel.
Pada segmen kedua, paslon Aman dan Damai masing-masing mendapat pertanyaan yang disusun oleh tim panelis. Pertama, paslon Damai mendapat isu soal penyebab sektor perdagangan belum memberikan kontribusi maksimal kepada Kota Magelang. Damar menyebut, hal itu disebabkan oleh pemerintah yang belum serius dalam menangani sektor perdagangan.
Karena itu, keduanya memiliki strategi untuk meningatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan membuka diri kepada investor dari luar daerah. "Kami open sekali terhadap investor dan mendampingi pelaku usaha dari hulu sampai hilir agar dapat meningkatkan pendapatannya," lontarnya.
Menurutnya, pemimpin membutuhkan kreatifitas dan inovasi yang tinggi untuk menjalankan semua sektor yang dimiliki Kota Magelang. Meski merupakan kota yang kecil, dia mengklaim, Kota Magelang memiliki potensi yang banyak. Potensi itu dapat dikembangkan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Sementara itu, paslon Aman mendapat pertanyaan terkait persoalan Kota Magelang yang memiliki keterbatasan lahan untuk sektor pertanian. Aziz mengungkapkan, untuk mengatasi tantangan itu, praktis pemerintah dapat merangkul daerah lain di sekitar Kota Magelang. "Kami punya program Magelang Cantik, yang mana masyarakat diminta untuk melakukan urbanisasi," katanya.
Dalam isu yang membahas potensi pariwisata dan ekonomi kreatif, pasangan Damai memiliki konsep hospital tourism dan hospital without wall. Konsep itu nantinya akan diimplementasikan pada RSUD Tidar. Harapannya, RSUD Tidar dapat melayani penanganan penyakit kanker, jantung, urologi, dan hemodialisa. "Sehingga nantinya turis-turis yang berada di Kota Magelang juga bisa melihat kegiatan di RSUD Tidar," ujar dia.
Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Inilah 10 Manfaat Tersembunyi Buah Lontar
Gagasan tersebut ditanggapi oleh Mansyur. Dia mengatakan, selama ini pemkot telah menyelenggarakan berbagai kegiatan pariwisata yang mendatangkan banyak pengunjung dari luar daerah. Terkait konsep hospital tourism dan hospital without wall, kata dia, RSUD Tidar haruslah bertipe A. Sementara RSUD Tidar saat ini tipe B.
Menurut Mansyur, ketika RSUD Tidar beralih ke tipe A, pendapatan asli daerah (PAD) akan mengalir ke kas negara, bukan Pemkot Magelang. "Kami mempertahankan tipe B agar PAD-nya masuk ke Kota Magelang. Kalau tipe A, nanti repot. Padahal kita butuh dana untuk pembangunan," ucapnya.
Ketua KPU Kota Magelang Misbachul Munir menuturkan, debat publik paslon ini merupakan salah satu kampanye yang difasilitasi KPU. "Harapannya dari debat terbuka ini dapat menyuguhkan informasi kepada masyarakat Kota Magelang yang dapat memilih dan memilah paslon pada 27 November 2024," kata Munir. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo