Ratusan Siswa SDN Wanurejo Siap Tampil All Out pada Gelaran Borobudur Marathon
Naila Nihayah• Sabtu, 30 November 2024 | 19:35 WIB
NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA ANTUSIAS: Siswa-siswi SDN Wanurejo melakukan gladi bersih untuk menampilkan tari kreasi demi menyambut para pelari Borobudur Marathon 2024.
MUNGKID - Ratusan siswa SDN Wanurejo berjajar di kanan-kiri jalan dengan mengenakan kostum yang diberi nama Mbah Semar. Mereka antusias melakukan gladi bersih demi menampilkan tari kreasi terbaiknya kepada para pelari Borobudur Marathon 2024, Minggu pagi (1/12). SDN Wanurejo menjadi satu dari 32 sekolah yang berpartisipasi sebagai cheering atau penyemangat bagi pelari.
Guru Kelas 4 SDN Wanurejo Dita Widya Utami menuturkan, seluruh siswa dari kelas 1-6 diminta untuk melakukan gladi bersih agar tampil maksimal pada Borobudur Marathon 2024. Bahkan, para siswa mencurahkan semangatnya untuk berlatih. "Sekolah kami turut berpartisipasi untuk memberikan semangat kepada pelari bomar," lontarnya saat ditemui, Jumat (29/11).
Dia mengutarakan, nantinya mereka akan berbaris di kanan-kiri jalan. Mereka akan siap siaga menyambut para pelari pada pukul 04.30. Sebanyak 187 siswa itu akan menampilkan tari kreasi yang bertajuk Mbah Semar, seni karawitan, warokan, hingga jathilan. Selain itu, mereka juga membawa alat musik trunthung untuk menambah semarak ketika para pelari melintas di depan SDN Wanurejo.
Dita mengatakan, mereka menggunakan kostum Mbah Semar hasil buatan guru dan siswa di sekolah. "Untuk kostumnya, ada rompi bikinan sendiri. Jadi, ada unsur kreativitasnya. Tapi memang ada ikat pinggang dan jariknya supaya menunjukkan khas budaya Jawa dan menjadi ciri khas dari Wanurejo yang njawani," ujarnya.
Saban tahun, SDN Wanurejo turut serta menjadi cheering saat gelaran Borobudur Marathon. Saat menjadi cheering pun, ada tim juri yang menilai penampilan setiap sekolah. Jika dirasa penampilannya bagus dan maksimal, pihak penyelenggara akan memberikan hadiah kepada para pemenang. "Menariknya, anak-anak sangat semangat. Ketika durasi latihan selesai, mereka justru meminta (latihan) lagi," imbuhnya.
Dita berharap, dengan mengikuti cheering ini, para siswa dapat memahami event lari skala internasional tersebut. Selain itu, mereka dapat menjadikan kesempatan itu sebagai ajang untuk menunjukkan bakat dan kreativitasnya di bidang seni. Sehingga mereka juga tidak melupakan budaya daerahnya sendri. (aya)