Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Pabrik Garmen Kebakaran Ribuan Pekerja Pabrik Diliburkan Sementara, Kerugian Masih Dihitung

Naila Nihayah • Selasa, 10 Desember 2024 | 15:25 WIB
NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA     PENDINGINAN: Personel damkar berupaya memadamkan api yang melalap pabrik garmen di Tempuran, Minggu (8/12/2024).
NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA   PENDINGINAN: Personel damkar berupaya memadamkan api yang melalap pabrik garmen di Tempuran, Minggu (8/12/2024).

 

 

 

 

 

MUNGKID - Ribuan pekerja di pabrik garmen PT Anugerah Abadi Magelang (AAM) di Dusun Demasan, Girirejo, Tempuran, terpaksa diliburkan sementara imbas kebakaran yang terjadi pada Minggu (8/12). Terlebih saat ini proses pendinginan masih berlangsung.

 

Sebagian besar bangunan dan materielnya hangus terbakar. Di depannya juga dipasang garis polisi. Hingga siang hari, mobil damkar masih hilir mudik untuk melakukan pendinginan. Para pekerja masih berangkat ke pabrik seperti biasa.

 

Saat menyusuri kompleks PT AAM, sebagian besar bangunannya terbakar. Atap runtuh, kaca pecah, dinding jebol, bahkan alat-alat produksi juga ludes terbakar. Hanya gudang bagian belakang yang selamat dari ganasnya api. Selain itu, ada pula kain yang masih utuh.

HRD PT AAM Agus Maisur Alfian menuturkan, saat ini para pekerja diliburkan hingga waktu yang belum ditentukan. Meski begitu, mereka hari ini menyempatkan datang ke pabrik untuk mengetahui kondisi pasca kebakaran. "Liburnya mulai hari ini sampai nanti ada informasi lebih lanjut," katanya.

 

Upaya itu dilakukan guna memberi ruang kepada para pihak untuk melakukan investigasi dan pendalaman, baik internal maupun dari kepolisian. Mengingat ada banyak hal yang perlu ditelusuri. Mulai dari penyebab kebakaran hingga kerugiannya.

 

Saat ditanya soal estimasi kerugian, dia belum menyebut detailnya. "Kita masih berhitung (kerugiannya) karena ada bangunan, mesin, dan material yang (terdampak). Jadi, harus kita hitung kembali," lontarnya.

 

Agus menjelaskan, PT AAM merupakan industri garmen yang memproduksi pakaian jadi dalam jumlah massal. Biasanya, pakaian-pakaian tersebut akan diekspor ke luar negeri. "Ini (pabrik) pakaian jadi. (Rencananya) 100 persen akan diekspor ke Amerika," imbuh dia.

 Baca Juga: Dukung Pencarian Buron Harun Masiku, Poster DPO Terpajang di Fasilitas-Fasilitas Umum di Purworejo

Pj Bupati Magelang Sepyo Achanto menyebut, ada sekitar 2.700 pekerja yang menggantungkan hidupnya di PT AAM. "Ini yang menjadi kekhawatiran kita dan harus dipikirkan bersama. Apalagi kita berusaha mengurangi atau menghapus pengangguran," katanya.

 

Dia juga sudah berkomunikasi dengan Direktur PT AAM Lee Myung Ho agar segera menyelesaikan persoalan yang ada dan bangkit kembali. "Kondisinya memang di luar kemampuan kita. Tadi pak Lee juga berkomunikasi dengan pekerjanya dan memberi semangat agar bisa bangkit kembali," paparnya.

 

Kapolresta Magelang Kombes Pol Mustofa mengatakan, jajaran forkompimda telah memeriksa TKP.  Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Jawa Tengah pun bakal turun tangan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di PT AAM.

Baca Juga: Dinas di Kebumen Belum Terima Juknis Program Makan Siang Gratis 

"Seperti yang dilihat, masih ada yang panas (dalam proses pendinginan). Kami sudah berkomunikasi dengan labfor untuk melaksanakan olah TKP bilamana sudah tidak panas," katanya.

 

Kepolisian, kata dia, bakal mempercepat proses olah TKP agar perkara kebakaran tersebut segera selesai. Dia juga tidak bisa menduga-duga penyebab kebakaran itu.

 

"Kita tidak bisa bicara menduga (penyebab). Kita tetap harus menunggu hasil dari labfor. Karena ada banyak kemungkinan. Apakah korsleting listrik juga bisa," imbuh dia. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#pabrik garmen #Pj Bupati Magelang Sepyo Achanto #Kabupaten Magelang #kebakaran