Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Jauh-jauh dari Brunei, Warga Dampit Terima UGR Rp 8,8 Juta

Naila Nihayah • Jumat, 13 Desember 2024 | 18:35 WIB
BERGESER: Rencana pembangunan exit tol Jogja-Bawen di Gerbang Singa Palbapang, diurungkan. Karena masuk dalam SP-1.NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA
BERGESER: Rencana pembangunan exit tol Jogja-Bawen di Gerbang Singa Palbapang, diurungkan. Karena masuk dalam SP-1.NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA

 

 

 

 

 

MUNGKID - Tri Wahyuni tinggal di Brunei Darussalam bersama suami dan anaknya sejak 20 tahun yang lalu. Namun, ia harus kembali ke kampung halamannya di Dusun Dampit, Mertoyudan. Sebab lahan pertaniannya terdampak proyek pembangunan ruas jalan tol Jogja-Bawen. Dia pun menerima  uang ganti kerugian (UGR) sebesar Rp 8,8 juta.

 

Tri mempunyai lahan pertanian di Desa Senden, Mungkid sekitar 800 meter persegi. Tetapi, hanya terkena 7 meter persegi dan mendapat UGR sebesar Rp 8.865.215. Dia tidak menampik, UGR yang diterima itu tidak sebanding dengan ongkos pulang-pergi dari Brunei Darussalam ke Magelang. Karena tiket pesawat untuk tiga orang menghabiskan sekitar Rp 20 juta. 

 

Kendati begitu, dia tetap bersyukur menerima UGR tersebut. Padahal, dia berharap seluruh lahan pertaniannya itu terdampak proyek pembangunan tol Jogja-Bawen. Selain menerima UGR, Tri memboyong keluarga kecilnya pulang ke Magelang untuk berlibur. Mengingat sang anak juga sudah libur kenaikan kelas.

 Baca Juga: Delapan Bulan Tak Jualan, Pedagang Paguyuban Sentra Kerajinan dan Makanan Borobudur Ikat Tangan

Baca Juga: Berbohong Demi Kebaikan Orang Lain, Apakah Etis? Begini Penjelasannya!

Dia juga mengaku senang karena bisa bertemu sanak saudara di Magelang. Nantinya, UGR yang diterima itu akan dibagikan kepada mereka. "Kebetulan (anak) cuti kenaikan sekolah. Karena tidak boleh diwakilkan (menerima UGR), jadi mau tidak mau ke sini. Kalau proses awal, kebetulan pas cuti juga," lontarnya di Balai Desa Banyuurip, Tegalrejo, Kamis (12/12). 

 

Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Magelang A Yani mengutarakan, ada 11 desa yang mendapat UGR. Dengan total 117 bidang tanah dan luasnya sekitar 3 hektare. Adapun UGR yang dibayarkan kurang lebih Rp 118,9 miliar. "Ini (pembayaran) di seksi dua, tiga, dan empat," bebernya.

 

Adapun 11 desa itu antara lain Desa Ngluwar, Kecamatan Ngluwar; Desa Bojong dan Senden, Kecamatan Mungkid; serta Desa Tampirkulon, Sidomulyo, dan Mejing, Kecamatan Candimulyo. Kemudian Desa Tampingan, Banyuurip, Glagahombo, Purwodadi, dan Girirejo, Kecamatan Tegalrejo. "Untuk minggu depan, akan kami bayarkan 85 bidang," imbuhnya. (aya)

 

Editor : Heru Pratomo
#UGR #Magelang #tol jogja bawen