MAGELANG - Program makan bergizi gratis (MBG) mulai bergulir kemarin (6/1). Program ini membawa berkah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Magelang. Satu di antaranya usaha bernama Susu Murni Balap. Seperti apa ceritanya?
Pelaku usaha UMKM bernama Susu Murni Balap di Kota Magelang turut berkontribusi dalam program MBG. UMKM itu menjadi pemasok susu sebagai menu utama dari program MBG.
Pemilik usaha Susu Murni Balap Kota Magelang Rangga Sasmita menuturkan, dirinya membuka warung susu sejak 2022. Dia semula hanya mencoba peruntungan dengan menjadi mitra dari Badan Gizi Nasional (BGN). "Saya sebenarnya cuma iseng," ujarnya saat ditemui kemarin (6/1).
Rangga memiliki cita-cita agar UMKM di Kota Magelang bisa naik kelas. Karena itu, dia mendatangi kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Magelang untuk mendapat penjelasan lebih detail soal prosedur menjadi mitra BGN. Dia pun menceritakan asal mula berdirinya warung Susu Murni Balap.
Sebelum benar-benar menjadi mitra BGN, Rangga harus mengirimkan beberapa kali sampel sampai akhirnya disetujui. "Kami juga sepakat mengenai komposisi (susu) dan harga. Untuk harganya Rp 1.600 per botol yang berisi 100 mililiter (ml)," lontarnya.
Dia menyebut, jumlah susu yang dipesan sesuai dengan sasaran, sekitar 3.000 botol per hari. Pengirimannya dilakukan dua kali. Hari ini untuk pengiriman pagi ada 1.450 botol dan siang ada 1.234 botol. "Jumlahnya menyesuaikan permintaan dan kebutuhan di 16 sekolah," tambahnya.
Susu yang digunakan untuk program MBG ini tidak mengandung pengawet. Sehingga harus segera didistribusikan dan diminum. Jangka waktunya 4 hingga 5 jam harus habis. Dia bersama SPPG Kota Magelang juga bakal mengevaluasi susu yang disalurkan kepada siswa.
Saat ini dia membuka dua cabang warung di Kota Magelang. Susu diperoleh dari beberapa koperasi, baik di dalam maupun luar Magelang. "Ada yang di Ngablak, Kabupaten Magelang, terus di Getasan, Kabupaten Semarang karena kami tidak bisa mengandalkan hanya satu koperasi," sebutnya.
Baca Juga: Pesantren Al Kahfi Kebumen Tergenang Banjir Luapan Sungai Kedungbener
Rangga menyatakan, ini kali pertama dirinya menyediakan pesanan susu dalam partai besar. Dengan hadirnya program MBG, khususnya di Kota Magelang dapat memberikan pengalaman serta peluang bagi dirinya untuk naik kelas.
Di satu sisi dia juga ingin mengedukasi siswa supaya terbiasa meminum susu dengan kadar gula rendah. "Tapi, kali ini karena masih awal, jadi gulanya belum terlalu rendah. Mungkin nanti kalau sudah berjalan, kadar gulanya dikurangi pelan-pelan," ujar Rangga. (laz)
Editor : Heru Pratomo