MUNGKID - Relokasi ribuan pedagang ke Kampung Seni Borobudur di Dusun Kujon pada September 2024 lalu, masih menyisakan masalah. Sebab masih ada ratusan pedagang yang belum memperoleh hak lapak. Namun, Taman Wisata Borobudur (TWB) menjanjikan bakal menampung para pedagang.
Sedikitnya ada puluhan pedagang kaki lima yang tergabung dalam Paguyuban Sentra Kerajinan Makanan Borobudur (SKBM) mendatangi Kampung Seni Borobudur pada Rabu (29/1). Mereka kembali menagih janji TWB yang hendak menyediakan lapak.
Tidak dengan tangan kosong, mereka kompak membawa aneka barang dagangannya untuk melakukan audiensi dengan TWB. Mereka diterima oleh Direktur TWB Mardijono Nugroho didampingi General Manager TWB AY Suhartanto.
Baca Juga: Bertepatan dengan Imlek, Barongsai dan Liong Hibur Pengunjung Candi Borobudur
Ketua Paguyuban SKMB Muhammad Zulianto menuturkan, ratusan pedagang yang belum kunjung mendapat lapak di Kampung Seni Borobudur bakal terus menagih janji TWB. Karena sudah hampir 10 bulan melakukan sejumlah audiensi hingga pemadanan data pedagang, tapi belum ada hasil dan kesepakatan.
Dalam pertemuan itu, mereka menuntut TWC agar mengakomodasi sebanyak 324 pedagang yang tergabung dalam SKMB, ditambah dengan enam pedagang non-SKMB. Sehingga totalnya masih ada 330 pedagang yang belum mendapat lapak. "Kami ingin masuk (ke kampung seni) dengan merdeka," bebernya, Rabu (29/1).
Dia menyebut, pada Kamis (30/1), para pedagang itu bisa melihat lapak yang nantinya digunakan untuk berjualan. Namun, mereka ingin agar setiap pedagang mendapat satu lapak dan tidak bersatu dengan koperasi yang saat ini sudah berjalan. Selain itu, para pedagang juga ingin agar lapak yang diperoleh tidak dalam satu blok dengan anggota koperasi itu.
Zulianto berharap, TWB bisa menempati janjinya dan menenuhi tuntutan dari para pedagang. "Semoga satu pedagang dapat satu lapak, sesuai data (jumlah pedagang) dari kami. Yang penting, (bloknya) jauh dari koperasi lain. Biar tidak ada benturan," ujarnya.
Sementara itu, Direktur TWB Mardijono Nugroho menyampaikan, bakal tetap menyediakan lapak bagi para pedagang SKMB. Hanya saja, dia tidak menjawab soal mampu tidaknya mengakomodasi 330 pedagang. Karena dimungkinkan satu lapak bisa dihuni beberapa pedagang. "Kami lihat kenyataannya berapa (yang membutuhkan lapak)," paparnya.
Dia juga membuka peluang terkait penambahan satu blok lagi untuk pedagang di Kampung Seni Borobudur. Namun, modifikasi kawasan itu nenunggu dari Kementerian Pekerjaan Umum. "Besok (hari ini, Red) mereka akan melihat lokasi (lapaknya) di mana agar bisa beradaptasi," imbuhnya. (aya)