Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Sudah Ada Pembatalan Perjalanan ke Magelang Imbas Efisiensi Anggaran

Naila Nihayah • Kamis, 6 Februari 2025 | 21:15 WIB

CIAMIK: Sejumlah perempuan dan laki-laki tampak anggun mengenakan pakaian dengan bahan ecoprint di Ketep Pass, Kamis (25/7).NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA
CIAMIK: Sejumlah perempuan dan laki-laki tampak anggun mengenakan pakaian dengan bahan ecoprint di Ketep Pass, Kamis (25/7).NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA




MUNGKID - Sejumlah kementerian maupun lembaga telah membatalkan perjalanan ke Magelang imbas efisiensi belanja tahun 2025. Kebijakan yang bertujuan menghemat anggaran itu bakal memukul industri jasa, seperti pariwisata, perhotelan, maupun meetings, incentives, conventions and exhibitions (MICE).

Ketua Forum Daya Tarik (DTW) Magelang Edwar Alfian mengatakan, sektor pariwisata yang sempat terpuruk akibat Pandemi, baru mulai pulih pada 2024. Namun, keputusan pemerintah untuk memutuskan efisiensi belanja kementerian dan lembaga, praktis akan membuat sektor pariwisata kembali lesu.

Baca Juga: Inpres Pemangkasan Anggaran Terbaru Hambat Pembangunan Infrastruktur di Kebumen  

Kebijakan itu dituangkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025. "Beberapa teman pelaku wisata Magelang sudah mendapat cancel-an acara dari beberapa kementerian dan lembaga, termasuk studi banding," katanya, Rabu (5/2).

Biasanya, kata dia, sejumlah agen akan merencanakan perjalanan dinas dari kementerian atau lembaga terkait di Magelang. Hanya saja, dengan berlakunya Inpres tersebut, mereka banyak yang mengurungkan rencana perjalanan dinasnya.

Dia menyebut, masih banyak hotel, MICE, restoran, dan pariwisata bergantung pada acara pemerintah. Baik seminar, konferensi, maupun pameran. Dengan adanya kegiatan tersebut, praktis akan berbanding lurus dengan sektor pariwisata.

Baca Juga: Warga Kebumen Keberatan jika Gas Melon Dijual Terbatas  

Menurutnya, sektor pariwisata menjadi pemantik bagi wisatawan dari luar daerah yang berkunjung ke Magelang. Sebab, tidak hanya pariwisata yang laku, tapi juga perhotelan, restoran, UMKM, hingga produksi hasil pertanian. "Kami akan kehilangan pangsa pasar dari perjalanan dinas itu," katanya.

Edwar berharap, Inpres tersebut dapat ditinjau kembali dan pemerintah lebih bijak dalam menangani efisiensi itu. Sehingga roda perekonomian pascapandemi tetap berjalan. "Harapannya ditinjau ulang atau mungkin tidak dipukul rata semuanya efisien," imbuhnya. (aya)

 
Editor : Heru Pratomo
#mice #kementerian #Magelang #Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja Dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025