MUNGKID - Sedikitnya ada 2.000 bungkus jemunak yang dibagikan kepada warga Desa Gunungpring, Muntilan. Mereka rela menunggu di sepanjang jalan menuju Masjid Al-Ikhlas demi mendapatkan jemunak. Bahkan, ribuan bungkus tersebut ludes dalam kurun waktu 10 menit karena diserbu oleh warga.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian gerebek jemunak. Kegiatan itu diselenggarakan selama dua hari, 15-16 Maret 2025. Mulai dari lomba mewarnai, pildacil, fashion show, azan, pentas musik religi, Ramadan berselawat, hingga kirab gerebek jemunak.
Baca Juga: Jangan Keliru, Ini Penjelasan Al-Quran Turun saat Nuzul Quran atau Lailatul Qadar
Untuk diketahui, jemunak merupakan penganan yang hanya ada saat Ramadan. Jemunak itu berbahan dasar singkong dan beras ketan. Lalu, ada tambahan gula merah cair dan parutan kelapa. Sehingga memiliki tekstur kenyal dan manis gurih. Kemudian, dibungkus dengan daun pisang.
Kirab tersebut dimulai sekitar pukul 16.15 dari makam Ki Jogo Rekso menuju halaman Masjid Al-Ikhlas sejauh 500 meter. Kirab dimeriahkan oleh peserta dari berbagai elemen. Ada dua gunungan jemunak sebanyak 2.000 bungkus. Ditambah drumband, satu gunungan palawija, serta pentas liong dan barongsai.
Baca Juga: Tinggi Gunungan Sampah di TPSA Banyuurip Magelang Capai 25 Meter Siapkan Pola Terasering
Hanya saja, gunungan jemunak tersebut tidak digerebek. Tetapi, dibagikan kepada warga yang sudah berkerumun di depan panggung. Upaya itu dilakukan guna menghindari desak-desakan antarwarga. Kendati begitu, banyak warga yang saling berebut demi mendapatkan satu kantong jemunak.
Ketua panitia gerebek jemunak Hernadi Sasmoyo Aji mengutarakan, ada 2.000 bungkus jemunak yang dibagi menjadi dua gunungan. Ribuan jemunak tersebut merupakan buatan ibu-ibu di beberapa dusun yang saban Ramadan kerap memproduksinya.
Baca Juga: Kasus Pencurian Tiga Kilogram Gula di Kecamatan Ayah Selesai dengan Restorative Justice
Selain menyemarakkan bulan Ramadan, kegiatan ini juga untuk melestarikan makanan tradisional khas Gunungpring. Serta menarik regenerasi pembuat jemunak di kalangan anak muda. "Ini sudah tahun ketiga, harapannya ke depan semakin lebih baik," ujarnya, Minggu sore (16/3).
Hanya saja, gunungan jemunak tidak digerebek. Melainkan panitia membagikan beberapa jemunak kepada warga yang berada di depan panggung. "(Jemunak) dibagikan. Kalau berebut, bahaya. Nanti malah saling dorong," imbuhnya.
Baca Juga: Warga Kulonprogo Ditemukan Meninggal di Pantai Keburuan Purworejo
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Magelang Slamet Achmad Husein mengapresiasi warga Gunungpring yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi satu upaya dalam pemajuan objek kebudayaan.
Dia berharap, gerebek jemunak akan kembali digelar setiap tahunnya. "Ini sudah tahun ketiga. Sesuai arahan pak bupati, semoga dari tahun ke tahun semakin ditingkatkan dan melibatkan lebih banyak warga," lontarnya.
Sementara itu, warga Dusun Dukuhan Sulastri mengaku senang lantaran mendapat tiga bungkus jemunak. Dia ikut berebut jemunak di depan panggung. "Lumayan desak-desakan untuk mendapat jemunak. Ini buat takjil buka puasa," kata dia. (aya)
Editor : Heru Pratomo