MUNGKID – Pemasangan spanduk di beberapa titik yang menolak rencana kremasi terhadap mendiang Murdaya Widyawimarta Poo marak di Dusun Ngaran II, Borobudur. Sebab hal itu dapat menuai pro dan kontra, mengingat belum ada kesepakatan bersama soal rencana tersebut.
Seorang warga Ngaran II, Borobudur Utoyo menyebut, tidak mengetahui secara pasti pemasangan spanduk tersebut. "Kalau ada yang minta itu (spanduk) dilepas, ya, dilepas saja. Tapi, kami juga mohon yang pihak sana (persiapan kremasi) yang sudah dipasang, dibongkar," ucapnya Kamis (17/4).
Dia maupun warga Dusun Ngaran II meminta agar sebelum ada kesepakatan bersama, tidak melakukan pendirian apapun di area persawahan. Meskipun lahan itu milik keluarga. Dengan begitu, antara warga maupun keluarga, tidak terjadi kontra.
Camat Borobudur Subiyanto turut menyayangkan adanya pemasangan spanduk itu. Sehingga dia telah berpesan kepada dusun untuk melepas beberapa spanduk yang dipasang. "Karena kita masih berproses (mencari kesepakatan bersama)," bebernya.
Subiyanto meminta agar seluruh warga Borobudur, khususnya Dusun Ngaran II untuk tetap menjaga kondusivitas wilayah. Termasuk tidak memasang spanduk yang memicu adanya pro dan kontra. Selain itu, dia meminta agar keputusan yang diambil, didasarkan pada musyawarah bersama.
Saat disinggung soal usulan lokasi kremasi di Bukit Dagi, kompleks Candi Borobudur Borobudur, kata dia, itu bisa menjadi salah satu alternatif.
"Ketika tidak ketemu di lokasi awal, kan, ada beberapa alternatif. Tapi, yang jelas nanti ketemunya (lokasi) adalah sesuai kesepakatan bersama," ujarnya.
Selain itu, Subiyanto berharap, agar warga menjadi tuan rumah yang baik. Artinya, warga bisa melayani dengan baik dan tidak memberikan kesan negatif kepada tamu maupun keluarga yang berduka. "Artinya kita fasilitasi semuanya dengan baik," sambung dia. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo