MUNGKID - Eks Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melayat ke mendiang Murdaya Widyawimarta Poo di Vihara Vipasana Avalokitesvara (GVA) Mendut, Magelang, Selasa (22/4). Dia datang sendirian dan diterima oleh perwakilan keluarga.
Semasa hidupnya, Ganjar pernah mengukir kenangan bersama mendiang Murdaya Poo. Terutama saat keduanya ambil bagian menjadi panitia khusus di DPR RI untuk membahas UU Kewarganegaraan. Lalu, terbitlah UU Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan.
"Saat itu, perjuangan kami, terutama beliau (Murdaya Poo) luar biasa sebagai legasi sehingga ada kepastian kepada warga negara yang ada di indonesia. Itu sejarah panjang," bebernya usai melayat.
Tidak hanya itu, mendiang Murdaya Poo juga aktif di organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Ganjar menilai, Murdaya Poo merupakan seorang Soekarnois yang aktif melakukan berbagai kegiatan selama menjadi mahasiswa.
Orang seperti Murdaya Poo, kata eks calon presiden RI itu, mengambil jalur-jalur terjal semenjak menjadi aktivis. “Kemarin dari keluarga alumni GMNI, Prof Arief Hidayat datang ke sini. Itulah bagian dari penghormatan dari seorang sahabat kepada beliau dan keluarga," paparnya.
Semasa dirinya menjadi gubernur, dia juga kerap menghadiri berbagai kegiatan yang diadakan oleh Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi). Mulai dari acara keagamaan maupun sosial. Menurutnya, mendiang Murdaya Poo mempunyai jiwa sosial yang tinggi.
Karena itulah, banyak tokoh dan teman-temannya yang merasa kehilangan. Bahkan, saat sakit pun, mendiang Murdaya Poo menyempatkan waktunya untuk berkomunikasi lewat video call dengan Ganjar. Kala itu, mendiang memberikan semangat kepada dirinya. Hal serupa juga dilakukan Ganjar.
"Tentu saya mewakili kawan-kawan dan keluarga, menyampaikan duka yang mendalam. Mudah-mudahan beliau mendapatkan tempat yang terbaik dan keluarga diberikan kekuatan dan keikhlasan untuk melepas beliau," katanya. (pra)
Editor : Heru Pratomo