Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Hanya gegara Ditolak saat Jabat Tangan, Warga Magelang Tusuk Orang Tak Dikenal hingga Tewas  

Naila Nihayah • Jumat, 25 April 2025 | 03:35 WIB

 

Polres Magelang Kota menangkap RAS karena telah menusuk R dan menghilangkan nyawanya.   
Polres Magelang Kota menangkap RAS karena telah menusuk R dan menghilangkan nyawanya.  

 

MAGELANG - Seorang pria berinisial RAS, 24 warga Magersari, Magelang Selatan tega menusuk orang tak dikenal pada Sabtu (19/4). Peristiwa tragis itu dipicu sakit hati gegara ditolak saat hendak berjabat tangan. Saat itulah, pelaku emosi dan mengeluarkan pisau lipat, lalu menusuk korban hingga meninggal dunia.

 

Kapolres Magelang Kota AKBP Anita Indah Setyaningrum mengatakan, peristiwa itu terjadi di Kampung Bogeman Wetan, Kelurahan Panjang. Saat itu, korban bersinisial R mendatangi rumah E untuk membahas pekerjaan. Sekitar pukul 23.30, pelaku RAS datang dan berjabat tangan dengan beberapa orang di sana.

 Baca Juga: Target Rajai Asia, Ketangguhan CBR Series Jadi Andalan Astra Honda di ARRC 2025

Saat pelaku mengulurkan tangannya hendak berjabat tangan dengan korban, justru ditolak. Pelaku pun tersulut emosi karena merasa sikap korban tidak sopan. Terlebih, pelaku berada di bawah pengaruh minuman keras (miras). "Korban kalau tidak salah menepis tangan pelaku sehingga menyebabkan pelaku sakit sakit hati dan tidak terima diperlakukan seperti itu," katanya, Kamis (24/4).

 

Anita menyebut, RAS lantas memukul korban dengan tangan kosong sebanyak tiga hingga lima kali. Korban sempat membalas hingga jatuh. Suasana pun semakin tidak kondusif dan warga melerai keduanya. Beberapa saat kemudian, pelaku justru mengeluarkan pisau lipat yang dibawa dan menikam korban tepat di bagian dada sebelah kanan.

 Baca Juga: Pemkot Jogja Berharap Tambah PAD dari Kebun Pisang

Dengan terbata-bata, korban menyampaikan kepada R bahwa dirinya ditusuk oleh pelaku. Melihat itu, warga berupaya menolongnya. Namun, usaha untuk membawa korban ke rumah sakit sempat terkendala. "Akhirnya korban berhasil dibawa ke RSUD Tidar menggunakan kendaraan roda dua," ujar Anita.

 

Setelah ditangani dokter, korban tidak dapat ditolong. Sekitar pukul 02.00, dokter menyatakan korban meninggal dunia. Berdasarkan hasil autopsi, korban juga mengalami kekerasan akibat benda tumpul, serta luka lecet dan memar di wajah. Selain itu, ada luka akibat kekerasan berupa benda tajam di bagian dada kanan yang menembus paru-paru.

 Baca Juga: Peringati Hari Bumi, Siswa SD Tarakanita Bumijo Bagikan Ratusan Tanaman pada Orangtua dan Warga Sekitar

Kondisi itulah yang menyebabkan pendarahan hebat dan luka fatal sehingga korban meninggal dunia. Sebetulnya, kata Anita, antara pelaku dan korban tidak saling kenal. Pelaku memang kerap membawa pisau lipat yang diselipkan di ikat pinggang untuk berjaga-jaga. "Karena memang hanya emosi sesaat karena saat disalami pelaku, korban malah menampel tangannya," lontarnya.

 

Kasat Reskrim Polres Magelang Kota Iptu Iwan Kristiana menambahkan, setelah mendapat laporan dari orang tua korban, polisi segera memburunya. Namun, saat dicari ke rumahnya, pelaku tidak berada di rumah. "Tim berupaya mencari melalui kerabatnya. Tapi akhirnya bisa diketahui lewat calon istri dan diajak ketemuan," sebutnya.

 Baca Juga: Telkom Integrasikan Sumber Energi Terbarukan ke Dalam Infrastruktur dan Aktivitas Operasional Perusahaan

Saat itulah, lanjut Iwan, pelaku berhasil diamankan serta barang bukti berupa pisau lipat yang digunakan saat menusuk korban. Akibat perbuatannya, pelaku disangkakan Pasal 338 KUHP dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan/atau Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan pidana penjara maksimal tujuh tahun.

 

Sementara itu, pelaku RAS mengaku emosi sesaat karena saat hendak berjabat tangan dengan korban, tidak ditanggapi dengan baik. "(Saya) emosi sesaat. Diajak dalaman, malah ditanggapi tidak baik. (Miras) beli dari teman dan sudah mabuk sebelum datang ke rumah E," bebernya. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#tewas #RAS #polres #sakit hati #Magelang #tusuk