MUNGKID - Tujuh santri Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 5 Darul Qiyam Magelang yang tertimpa reruntuhan tembok penampungan air, masih dirawat di RSUD Merah Putih. Selain itu, ada satu santri yang dirujuk ke RSUP dr Sardjito karena harus mendapat perawatan lebih intensif.
Direktur RSUD Merah Putih Kabupaten Magelang Leli Puspitowati mengutarakan, total ada 29 santri yang dilarikan ke rumah sakitnya pascatragedi pada Jumat (25/4). Empat di antaranya meninggal dunia. Lalu, ada belasan santri yang sudah diperbolehkan pulang usai mendapat perawatan.
Kemudian, ada seorang santri lagi yang mengalami cedera kepala ringan, tapi kondisinya sudah membaik.
Sementara jenazah santri yang meninggal, lanjut Leli, sudah diserahkan langsung kepada pihak keluarga. Dia mengatakan, seluruh biasa perawatan pasiennya, akan ditanggung oleh Pemkab Magelang.
"Ada yang BPJS aktif, tapi ada beberapa yang tidak mempunyai BPJS. Kebijakan dari bupati, untuk yang tidak punya BPJS, nanti biayanya ditnggung oleh pemerintah daerah," katanya. (aya)