MUNGKID - Puluhan orang tua/wali siswa mengadakan doa bersama di pendapa SD Islam Tahfidz (IT) Qur'an As Syafi'iyah, Mendut, Mungkid, Kabupaten Magelang. Lantunan surat Yasin dan tahlil menggema di sana. Suasana haru menyelimuti wali siswa dan siswa sembari menanti kepastian peristiwa nahas itu.
Lurah Mendut, Magelang Purwoko Adi Nugroho mengatakan, rombongan guru dari SD IT Qur'an As Syafi'iyah mengalami kecelakaan di Purworejo. Mereka melakukan takziah ke KH Barzakki Penungkulan, di Gebang, Purworejo yang merupakan ayah dari kepala SD.
Seorang wali siswa SD IT Qur'an As Syafi'iyah, Magelang Bhineke Giandika mengaku kaget dengan informasi kecelakaan yang menimpa guru anaknya. "Rencana (rombongan guru) mau takziah ke Purworejo yang dibagi menjadi beberapa kloter sehingga anak-anak dipulangkan pada pukul 09.00," katanya.
Sepengetahuannya, ada dua mobil yang mengangkut belasan guru untuk takziah. Namun, dia tidak mengetahui jumlah pastinya. Lantas, sekitar pukul 11.00, dia mendapat informasi mengenai kecelakaan yang menimpa rombongan guru SD IT Qur'an As Syafi'iyah.
Hanya saja, lanjut Dika, informasi tersebut masih simpang siur. Terutama soal korban yang meninggal dunia. Wali siswa mengira, para guru itu hanya mengalami luka-luka dan dirawat di RSUD Purworejo. Sehingga mereka hendak menjenguknya.
Namun, Dika justru mendapat informasi yang mengejutkan karena beberapa guru dikonfirmasi meninggal dunia.
"(Sampai saat ini) belum ada yang tahu kondisinya. Daripada duduk-duduk saja di sini, kami inisiatif untuk melakukan doa bersama," kata Dika.
Rencananya, para guru yang meninggal dunia itu bakal dipulangkan ke rumah duka masing-masing. Sementara wali siswa bakal melakukan salat gaib di masjid SD IT Qur'an As Syafi'iyah. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo