MUNGKID - Pada puncak perayaan Tri Suci Waisak 2569 BE/2025, ada sejumlah atraksi yang disiapkan. Mulai dari pasar medang, festival lampion, hingga drone show atau pertunjukan drone.
Ketua Panitia Festival Lampion 2025 Fatmawati mengatakan, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tema yang diusung yakni light of peace atau pelita kedamaian. Dengan total lampion yang akan diterbangkan sebanyak 2.569, menyesuaikan tahun Buddhis Era (BE).
Dia menyebut, sejak Maret, panitia telah menyiapkan 4.000 tiket lampion. Karena antusiasme tinggi, ribuan tiket itu ludes dalam kurun waktu sembilan menit. Sehingga ada tambahan tiket yang dijual oleh PT TWC sekitar 1.000 tiket dan sudah habis.
Di tengah festival lampion, kata dia, panitia telah menyiapkan atraksi menarik bagi umat, peserta, maupun pengunjung. Sebab nantinya akan ada 450 drone atau pesawat nirawak yang akan mengudara dengan ketinggian tertentu.
Ratusan drone tersebut akan diterbangkan menjelang detik-detik Waisak. "Tahun ini, sangat istimewa sekali. Kami akan menerbangkan lampion, juga disertai dengan penerbangan drone show," bebernya, Kamis (8/5).
Dia menjelaskan, drone show atau pertunjukan pesawat nirawak itu menceritakan kisah hidup Sang Buddha. Terutama tiga peristiwa penting, yakni kelahiran, pencapaian penerangan sempurna, dan wafatnya Pangeran Sidharta Gautama.
Fatmawati menyebut, total ada 450 drone yang bakal tampil di sela festival lampion. Pertunjukan tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa teknologi dan tradisi dapat bersatu untuk menghadirkan pengalaman baru.
Selain itu, ada pula penjelasan mengenai kisah para naga yang memberikan penghormatan tertinggi kepada Sang Buddha. Dia mengatakan, kisah tersebut diusung dari sejarah sejak zaman Sang Buddha.
Konon katanya, ada raja naga yang sangat menghormati Sang Buddha ketika turun dari surga Tavatimsa setelah mengajarkan dhamma kepada ibu-Nya. Kala itu, ada raja naga yang melihat dan terpesona dengan keagungan Sang Buddha.
"Sejak itu, naga tersebut memberikan ikrar bahwa dia berlindung di bawah Buddha, Dhamma, dan Sangha untuk seterusnya," lontarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT TWC atau InJourney Destination Management Febrina Intan menambahkan, di tahun ketiga ini, pihaknya kembali menghadirkan pasar medang. PT TWC menggandeng 60 pelaku UMKM dari Borobudur dan sekitarnya.
Dia mengatakan, puluhan pelaku UMKM itu akan menyajikan menu tradisional. Sehingga pengunjung tidak hanya fokus pada lampion. "Ini adalah sebuah space di mana tidak hanya makanan dan minuman, tapi juga mereka menjual barang cenderamata," paparnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo