Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Didatangi Mendikdasmen, Keluarga Kecelakaan Maut Kalijambe Pertanyakan Siapa Yang Harus Bertanggungjawab

Naila Nihayah • Kamis, 22 Mei 2025 | 16:10 WIB

Mendikdasmen didampingi bupati Magelang mengunjungi SD IT Q As Syafi
Mendikdasmen didampingi bupati Magelang mengunjungi SD IT Q As Syafi



MUNGKID - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyempatkan diri untuk berkunjung ke SD Islam Tahfidz (IT) Qur'an As Syafi'iyah, Mendut, Kabupaten Magelang. Mu'ti memberikan penguatan hingga bantuan kepada ahli waris korban kecelakaan maut di Jalan Magelang-Purworejo.

Hingga kini, duka mendalam masih menyelimuti SD IT Qur'an As Syafi'iyah. Itu karena sepuluh gurunya meninggal dunia akibat kecelakaan maut di jalur tengkorak, Kalijambe, Purworejo pada Rabu (7/5) lalu. Sementara tiga lainnya selamat dan masih dalam tahap penyembuhan.

Dalam sesi dialog tersebut, perwakilan keluarga korban sempat menanyakan ihwal pihak yang seharusnya bertanggungjawab terhadap kejadian nahas tersebut. Meski keluarga ikhlas dan rida, tetapi mereka ingin ada iktikad baik dari pihak yang bertanggungjawab.

Baca Juga: 704 Jamaah Calon Haji Kabupaten Purworejo Siap Melaksanakan Ibadah Haji Tahun 2025

Selain itu, keluarga korban juga ingin agar tiga guru yang tengah berjuang untuk sembuh, baik fisik maupun psikis mendapat perhatian dari pemerintah. Termasuk penyembuhan ketiga guru itu hingga bisa beraktivitas seperti sedia kala. Mengingat mereka itu jelas masih ingin meniti kariernya di bidang pendidikan.

Mu'ti menyampaikan belasungkawa kepada para ahli waris dan keluarga korban kecelakaan di jalur Kalijambe, Purworejo. Dia pun memberikan bantuan, masing-masing Rp 5 juta sebagai bentuk tali asih. "Mudah-mudahan bisa meringankan para keluarga yang terkena musibah," ujarnya usai kunjungan, Rabu (21/5).

Kemendikdasmen juga bakal membantu pembangunan gedung SD IT Qur'an As Syafi'iyah. Dia meminta kepada kepala sekolah untuk tetap semangat, optimis, dan berusaha agar para guru bisa bangkit usai kehilangan sepuluh gurunya. Dengan begitu, siswa juga memiliki semangat belajar tinggi seperti sebelumnya.

Baca Juga: Bupati Purworejo Yuli Hastuti Serahkan Bantuan untuk Korban Tanah Longsor Desa Pakisarum

Selain itu, Mu'ti juga memberi perhatian khusus kepada tiga guru yang selamat dari kecelakaan maut itu. Sebab ada satu guru yang masih menyelesaikan studinya di Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma). Untuk itu, dia bakal berkomunikasi dengan Unimma agar memberi keringanan uang kuliah tunggal (UKT).

Kemudian, bagi guru yang hanya lulusan SMA, Kemendikdasmen memiliki program untuk membantunya. "Guru yang belum S1, dapat bantuan studi D4 atau S1 dengan nominal yang kami sediakan maksimal sebesar Rp 3 juta per semeter. Kami akan bantu sepenuhnya sampai lulus," kata dia.

Usai tragedi nahas itu, Mu'ti sempat berkomunikasi dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi terkait uji kelaikan dari kendaraan yang selama ini belum maksimal. "Banyak musibah terjadi karena kelaikan (kendaraan) yang diabaikan oleh para pemilik kendaraan, apalagi pemicunya rem blong" paparnya.

Baca Juga: Spesialis Pencuri Kotak Amal asal Boyolali Ketahuan Beraksi di Magelang, Motor Dibakar Warga

Ketua Yayasan As Syafi'iyah Medut, Magelang Habib Muhsin Syafingi menyebut, keluarga tidak menuntut apapun dari pemilik truk. Namun, mereka hanya menginginkan iktikad baik dan bertemu dengan pihak yang seharusnya bertanggungjawab atas tragedi tersebut.

Sebetulnya, kata dia, sudah ada dua orang yang datang ke sekolah secara bergantian. Dari Pekalongan dan Surabaya. Mereka mengaku sebagai keluarga sopir dan pemilik truk. Namun, setelah ditelusuri lebih dalam, mereka hanya karyawan perusahaan pemilik truk. "Kami hanya menunggu iktikad baiknya. Kalau tidak ada, nanti kami tempuh cara lain," ucapnya.

Sementara itu, Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengatakan, pemkab bakal mendampingi SD IT Qu'ran As Syafi'iyah untuk segera bangkit dan beraktivitas seperti biasa. "Bagi sekolah, semoga segera bangkit dan bersama-sama berpartisipasi untuk membanun generasi muda yang berakhlakul karimah," sebutnya. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu ti #kalijambe purworejo #Magelang