MUNGKID - Sebanyak 1.127 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Magelang siap diberangkatkan menuju Tanah Suci pada musim haji 2025. Ribuan CJH itu dibagi menjadi beberapa kelompok terbang (kloter) dan sudah berangkat ke Asrama Haji Donohudan, Boyolali.
Kepala Bagian Kesra Kabupaten Magelang Agus Widodo menyampaikan, ada lima kloter yang mengangkut pada CJH. Yakni kloter 74, 80, 81, 82, dan 83. Untuk kloter 74, ada 86 CJH yang diberangkatkan dengan dua armada Bus. Kloter 80 berjumlah 18 orang diberangkatkan dengan satu bus.
Lalu, kloter 81 berjumlah 353 orang diberangkatkan dengan sembilan bus dan kloter 82 ada 353 orang diberangkatkan dengan sembilan bus. Kemudian, kloter 83 ada 316 orang yang diberangkatkan dengan delapan armada bus menuju Asrama Haji Donohudan. Totalnya ada 1.127 orang.
Selain CJH, kata dia, ada sembilan tim petugas haji daerah (TPHD) yang terdiri dari petugas kesehatan, petugas pelayanan ibadah, dan pelayanan umum yang mendampingi mereka. Ribuan CJH itu diberangkatkan sejak 23-25 Mei 2025.
Agus menyebut, sesampainya di Asrama Haji Donohudan, Boyolali ada proses administrasi yang harus dilakukan oleh CJH. "Seperti pemeriksaan kesehatan ulang hingga pemeriksaan keimigrasian supaya segera diberangkatkan ke Mekah," paparnya, Minggu (25/5).
Dia menambahkan, semula pemberangkatan CJH asal Kabupaten Magelang dijadwalkan ada empat kloter. Namun, ada sejumlah dinamika terkait pemberangkatan haji di tingkat provinsi. Karena itu, sebagian CJH kloter 80 diajukan di kloter 74 dan menjadi lima kloter.
Wakil Bupati Magelang Sahid menyebut, rencananya 1.127 CJH asal Kabupaten Magelang ini akan tiba kembali ke Tanah Air pada 6 Juli 2025. Dia berharap, seluruh CJH senantiasa diberi kesehatan, kelancaran, kemudahan, dan menjadi haji yang mabrur.
Dia juga berpesan kepada TPHD supaya bertugas sesuai prosedur operasi standar (SOP). Sekaligus memperhatikan kondisi dari CJH saat melaksanakan ibadah di Mekah. "Utamakan kondisi CJH agar mereka dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan dapat kembali ke Tanah Air tanpa kurang suatu apapun," pesannya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo