Sukino untuk Radar Jogja
MEMPRIHATINKAN: Begini kondisi jembatan penghubung antardesa di lereng Gunung Merapi, Desa Kamongan, Srumbung.
MUNGKID – Jembatan penghubung antardesa di lereng Gunung Merapi, tepatnya di Desa Kamongan, Srumbung, Kabupaten Magelang, ambrol. Kondisi itu terjadi setelah fondasi kaki jembatan tergerus aliran air Sungai Gayam.
Kepala Desa Kamongan Sukino menyebut, jembatan itu merupakan akses vital warga, baik untuk kegiatan ekonomi maupun jalur evakuasi bencana. Hanya saja, kondisinya cukup memprihatinkan karena jembatan itu sudah ambrol sebanyak tiga kali.
Semula, kata dia, jembatan tersebut rusak karena hujan deras. Lalu, diperbaiki secara swadaya oleh warga pada pertengahan November 2024. "Tapi, kembali ambrol dan kini lubangnya makin besar, menyisakan badan jalan selebar sekitar dua meter," katanya saat dikonfirmasi, Jumat (6/6).
Baca Juga: 100 Relawan Ikuti Capacity Building Mewujudkan Pentingnya Mitigasi Bencana Alam untuk Purworejo Lebih Maju di Masa Depan
Dia menuturkan, jembatan itu menjadi penghubung utama antardesa. Seperti Kemiren, Kaliurang, Kamongan, dan Nglumut di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunung Merapi. Dengan ketinggian sekitar delapan meter di atas Sungai Gayam dan berstatus sebagai jalan kabupaten.
Tidak hanya itu, lanjut dia, jembatan tersebut juga menjadi jalur alternatif dari wilayah Jogjakarta menuju kota atau Kabupaten Magelang. Setelah ambrol yang ketiga kalinya, kendaraan roda empat tidak bisa melintas. "Akses warga jadi terganggu, terutama saat darurat," ujar Sukino.
Baca Juga: Pemkab Purworejo Raih Predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Ke-13
Dia menambahkan, rencananya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Magelang (DPUPR) Kabupaten Magelang bakal membangun jembatan baru pada tahun ini. "Kami sudah kirim surat dan koordinasi dengan DPUPR. Mereka menjanjikan akan membangun jembatan ini pada tahun ini," tambahnya.
Ditemui terpisah, Kepala DPUPR Kabupaten Magelang David Rudiyanto mengatakan, perbaikan jembatan Gayam di ruas jalan Kamongan–Srumbung masuk dalam rencana tahun anggaran 2025. Dengan dana perbaikan yang bersumber dari APBD Kabupaten Magelang sebesar Rp 1,25 miliar.
Baca Juga: Purworejo Smart Digital: Langkah Pasti Menuju Purworejo Semakin Maju
Nantinya, kata David, anggaran tersebut bakal dimaksimalkan untuk membangun jembatan baru. Dengan konstruksi pelat beton bertulang, panjang bentang 3 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 3,5 meter. "Perlu dilakukan perbaikan tahun ini karena kondisinya sudah membahayakan," lontarnya di MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang.(aya/pra)
Editor : Heru Pratomo