MUNGKID – Belum lama ini, sebuah video yang menampilkan narasi ajakan umrah di Candi Borobudur viral di media sosial dan menuai kontroversi. Menyikapi hal itu, Anggota Komisi III DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah VI Abdullah, meminta kepolisian untuk mengusut tuntas konten tersebut.
Abdullah pun menyampaikan keprihatinannya atas penyebaran video tersebut. Dia menegaskan, jika ada pihak yang terbukti melakukan pelanggaran, maka harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.
"Karena video itu berpotensi memecah belah umat dan keberagaman. Bedakan antara budaya dan agama," ujarnya di Mapolresta Magelang, Senin (9/6).
Baca Juga: Jembatan Penghubung Antardesa di di Desa Kamongan, Srumbung, Kabupaten Magelang Kali Ketiga Ambrol
Meski video tersebut menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI), tetap ada individu yang bertanggung jawab atas pembuatan dan penyebarannya. Komisi III, kata Abdullah, akan terus memantau perkembangan kasus ini dan siap membantu jika ada hambatan dalam proses penyelidikan.
"Apalagi Candi Borobudur merupakan situs warisan budaya dunia yang harus dijaga," tambahnya.
Sementara itu, Kapolresta Magelang Kombes Pol Herbin Garbawiyata Jaya Sianipar mengonfirmasi bahwa kasus video tersebut sudah ditangani dan saat ini dalam proses penyelidikan. Dia juga telah menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan penistaan agama dalam video tersebut.
"Kasus ini menjadi atensi kami. Sudah ada saksi yang dimintai keterangan. Kami juga sudah menjadwalkan pemeriksaan ahli bahasa dan telematika, kemungkinan Kamis ini," ujar dia.
Herbin menegaskan, kepolisian akan bekerja secara transparan dan bakal menyampaikan perkembangan penyelidikan kepada Komisi III DPR RI serta masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang Mulyanto turut menanggapi konten dengan frasa umrah ke Candi Borobudur. Dia menegaskan, video tersebut bukan merupakan produk disparpora.
Baca Juga: Peran Pendidikan di Purworejo dalam Membentuk Generasi Unggul yang Mampu Bersaing di Era Global
"Daya tarik wisata Candi Borobudur bukan menjadi kewenangan kami dalam pengelolaannya," bebernya.
Untuk itu, dia mengajak masyarakat supaya lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan memanfaatkan teknologi AI secara positif. Terutama dalam menciptakan dan membagikan konten. (aya)
Editor : Heru Pratomo