Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Guru dan Tenaga Medis Rayu Siswa Menangis, BIAS di Kecamatan Srumbung, Magelang untuk Anak Usia SD

Naila Nihayah • Jumat, 22 Agustus 2025 | 16:10 WIB

 

Siswa SD di Srumbung, Magelang mengikuti kegiatan BIAS yang digelar Puskesmas setempat pada Rabu (20/8).   
Siswa SD di Srumbung, Magelang mengikuti kegiatan BIAS yang digelar Puskesmas setempat pada Rabu (20/8).  
 

 

MUNGKID – Ada pekerjaan tambahan bagi tenaga medis dan guru saat bulan imunisasi anak sekolah (BIAS) dan cek kesehatan gratis, Rabu (20/8). Karena sasarannya siswa SD sederajat di Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang.

 

Imunisasi itu diwarnai jerit tangis beberapa siswa kelas 1 karena takut disuntik. Tenaga medis dibantu guru pun harus membujuknya, hingga siswa mau diimunisasi.

 

Salah satu tenaga medis dari Puskesmas, Endah Asiti mengungkapkan di Kecamatan Srumbung terdapat 17 desa. Setiap desa terdapat sekolah SD/MI yang jumlahnya beragam.

"Kalau desa besar itu ada dua sekolahan, kalau desa kecil itu Desa Nglumut, Kamongan, dan Kemiren. Yang lainnya dua sekolahan," kata Endah, Rabu (20/8).

 

BIAS berlangsung 12 - 30 Agustus 2025. Hingga saat ini capaian dari empat tim  Puskesmas Srumbung yang bergerak ke sekolah di desa-desa mendekati 40 persen lebih.

 

Program ini merupakan langkah strategis melindungi anak-anak usia sekolah dari Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I), serta mendukung target eliminasi campak-rubella pada 2026 dan eradikasi polio di Indonesia.

 

BIAS 2025 menyasar anak-anak usia sekolah dasar Kelas 1 SD usia kurang lebih 7 tahun. Imunisasi pada Agustus yakni Campak-Rubella dan November: Difteri-Tetanus (DT).

 Baca Juga: Dapat Penghargaan dari Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Capaian Program CKG Kebumen Tertinggi di Jateng

Tahun ini BIAS juga menyasar siswa Kelas 2 SD usia kurang lebih 8 tahun di bulan November, berupa imunisasi Tetanus-Difteri (Td). Kelas 5 SD usia sekitar 11 tahun di bulan Agustus imunisasi HPV (Human Papilloma Virus). Dilanjut pada November imunisasi Tetanus-Difteri (Td)

 

Imunisasi HPV menjadi fokus utama tahun ini sebagai upaya pencegahan kanker serviks. Vaksin diberikan gratis kepada anak perempuan kelas 5 SD/MI atau sederajat (primer).

Anak perempuan kelas 6 SD dan kelas 7 SMP yang belum divaksin (kejar). Vaksin HPV diberikan dua kali (dua dosis) untuk anak usia 9-15 tahun. Anak yang tidak bersekolah tetap dapat mengakses imunisasi HPV di fasilitas kesehatan terdekat.

 Baca Juga: Astra Motor Yogyakarta Ajak Konsumen Rayakan Hari Kemerdekaan Dalam ‘Balloon Fest’ bersama Honda CARE

Salah satu guru SD Negeri Kaliurang 2, Suparjo sangat mendukung program tahunan ini karena untuk tumbuh kembang kesehatan anak-anak. Sebelumnya, pihak sekolah telah memberikan sosialisasi kepada wali murid beserta surat pernyataan bahwa anaknya boleh diimuniasi.

Pihak sekolah juga mengimbau, sebelum berangkat sekolah agar anak-anak sarapan terlebih dahulu. "Tidak ada (penolakan) sama sekali dari orang tua, semua satu desa memperbolehkan anaknya diimunisasi," ungkap Suparjo. (uma/pra)

 

 

Editor : Heru Pratomo
#tenaga medis #bias #Srumbung #Magelang #suntik