Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

"Anak Panggung di Negeri Panggung" dari Teater Magelang  Bakal Tampil di Lanjong Art Festival 2025

Naila Nihayah • Sabtu, 23 Agustus 2025 | 14:45 WIB
Pemeran naskah
Pemeran naskah





MUNGKID – Komunitas Sosial Teatrikal Magelang terpilih menjadi satu dari sebelas peserta nasional yang tampil di Lanjong Art Festival 2025, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur pada 22–27 Agustus. Mereka akan mementaskan naskah 'Anak Panggung di Negeri Panggung' karya AB Asmarandana, yang digarap dengan pendekatan metateater oleh sutradara Kiki Maundri.

Lakon ini menggunakan metafora permainan catur. Tokoh-tokohnya digambarkan sebagai bidak yang bergerak terbatas dalam sebuah sistem. Sehingga menghadirkan refleksi tentang eksistensi manusia di panggung kehidupan.

Namun, keistimewaan Sosial Teatrikal bukan hanya pada naskahnya. Mereka membawa kekhasan budaya Magelang ke atas panggung. Seperti aksen Magelangan, tubuh kuda lumping, jaran kepang, hingga energi kesenian pari.
 
Baca Juga: Ini Pesan AXA Mandiri untuk Generasi Muda: Pahami Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan, Lengkapi dengan Proteksi

Pertunjukan berdurasi 20 menit ini hanya dimainkan oleh dua aktor, yakni Rizqi Wulan dan Priyo Nugroho. "Kami berangkat dari akar budaya kami sendiri. Itu cara kami bicara di panggung nasional," kata Kiki, Jumat (22/8).

Rizqi mengadaptasi teknik Tadashi Suzuki untuk menghadirkan pion atau benteng yang teguh. Sementara Priyo menampilkan tubuh jaran kepang yang lincah sekaligus rapuh, yang merepresentasikan pergulatan aktor muda di tengah harapan dan kerentanan.

Bagi komunitas teater Magelang, kesempatan ini adalah capaian penting sekaligus bentuk perlawanan. Selama ini, teater tumbuh jauh lebih lambat dibanding kesenian rakyat di Magelang. Minimnya ruang dan dukungan membuat banyak seniman akhirnya berkiprah di luar daerah.
 
Baca Juga: Sirupawan untuk Catat Retribusi hingga MCK Pasar Hewan di Seluruh Kabupaten Magelang

"Tampil di festival ini sangat relevan dengan keresahan yang dibawa naskah, yaitu bagaimana aktor berjuang menemukan ruang hidupnya," ujar Kiki.

Ketua Umum Komunitas Sosial Teatrikal Magelang Alfian Darmawan mengatakan, perjalanan menuju Kalimantan pun penuh tantangan. Kendala biaya nyaris membuat mereka urung berangkat. Namun semangat kolektif menjadi kunci.

Bagi mereka, ini bukan sekadar tampil.  "Melainkan membawa nama Magelang dan membuktikan bahwa teater dari kota kecil juga punya ruang di panggung nasional," tegas produser pementasan itu.

Keikutsertaan Sosial Teatrikal di Lanjong Art Festival, kata dia, menegaskan satu hal. Yakni teater dari kota kecil pun bisa menyuarakan identitasnya. Dengan tubuh yang dibentuk budaya lokal, mereka hendak memperlihatkan bahwa Magelang punya warna untuk memperkaya peta seni pertunjukan Indonesia. (aya)
 
 
 
Editor : Heru Pratomo
#kaltim #kutai kartanegara #teater #Magelang