MAGELANG – Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menekankan pentingnya penyusunan arsip literasi yang dapat merekam jejak perjalanan Kota Magelang dari masa ke masa. Menurutnya, arsip itu tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga rujukan berharga bagi wisatawan dan generasi mendatang dalam mengenal identitas kota.
Dia menilai, kota ini harus mempunyai arsip yang disusun sejak berdiri sampai saat ini. "Kadang kita tidak punya literasi yang bisa dijadikan rujukan wisatawan di kota ini, yang kita pakemkan. Itu belum ada," ungkapnya, Selasa (26/8).
Sebagai langkah awal, pemkot telah menugaskan dinas perpustakaan dan kearsipan (Disperpusip) Kota Magelang untuk menyusun dokumen tersebut. Arsip literasi ini nantinya tidak hanya berisi sejarah dan perkembangan kota, tetapi juga potensi wisata di setiap sudutnya.
Damar mencontohkan, salah satu aspek penting yang perlu terdokumentasi adalah kuliner khas Magelang. Selama ini, identitas kuliner kota kerap hanya dikaitkan dengan getuk. Padahal, kata dia, Magelang memiliki ragam cita rasa lain yang tak kalah istimewa.
"Nanti saya akan membikin sudut kota ini untuk kita tulis tentang kuliner. Kita juga sudah punya font tulisan khusus Kota Magelang," tambahnya.
Menurut Damar, kuliner memiliki posisi strategis dalam dunia pariwisata. Wisatawan umumnya tidak hanya datang untuk melihat tempat, tetapi juga ingin merasakan keunikan makanan daerah yang dikunjungi.
Baca Juga: Astra Motor Yogyakarta Ajak Anak Muda Jogja Rave-Up Di Scoopy Coffee Rave
Untuk itu, dia berharap, arsip tersebut segera dibuat. "Karena ini menjadi kekuatan bahwa Kota Magelang mempunyai potensi wisata dan kuliner yang tidak kalah dengan daerah lain," tegasnya.
Rencana penyusunan arsip literasi dan buku kuliner tersebut diharapkan menjadi langkah konkret pemkot dalam memperkuat branding kota. Dengan adanya rujukan tertulis yang komprehensif, wisatawan maupun masyarakat lokal akan lebih mudah mengenali warisan sejarah, budaya, hingga kuliner khas yang selama ini hidup di tengah masyarakat.
Lebih jauh, gagasan ini juga menjadi bagian dari upaya pemkot dalam mengubah citra Kota Magelang. Jika selama ini kota lebih dikenal sebagai 'kota militer', Damar ingin menghadirkan perspektif baru bahwa Magelang juga memiliki kekayaan literasi, budaya, dan kuliner yang patut diperhitungkan di kancah pariwisata nasional.
"Setiap sudut kota punya tempat-tempat yang bisa kita kembangkan. Kalau ini kita arsipkan dan ditulis dengan baik, tentu akan memperkuat identitas Magelang," pungkasnya. (aya)
Editor : Heru Pratomo